October 26, 2020

Menambang di Hutan Lindung, Mabes Polri Segel 7 Perusahaan Tambang


Bisnispost.com, Konawe – Diduga menambang di dalam Kawasan Hutan Lindung (KHL) tujuh perusahaan tambang di Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) dipoliceline oleh Markas Besar (Mabes) Polri. Penyegelan itu dilakukan, Selasa (17/3/2020).

Selain menyegel, tim investigasi Mabes Polri menyegel puluhan alat berat milik perusahaan tambang. Bareskrim langsung memberikan penindakan langsung di lokasi pertambangan. Tim Investigasi dipimpin langsung oleh Kombes Pol Pipit Rismanto bersama timnya.

Awalnya, rombongan bergerak menuju Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara. Setibanya di Marombo Pantai, Tim melakukan investigasi Ialu bergerak menuju tujuh lokasi perusahaan tambang diduga kuat menambang di kawasan hutan lindung.

Tujuh perusahaan tambang yang disegel adalah, PT Bososi, PT RMI (Rockstone Mining Indonesia), PT TNI (Tambang Nikel Indonesia), PT NPM (Nuansa Persasa Mandiri), PT Ampa, PT PNN (Pertambangam Nikel Nusantara), dan PT JaIumas.

Sayangnya, saat tim investigasi tiba di lokasi aktivitas penambangan sudah berhenti dan karyawan serta manageman sejumlah perusahaan sudah tidak berada di tempat, kecuali PT RMI.

Ketua tim Investigasi Mabes Polri, Kombes Pol Pipit Rismanto menuturkan, penindakan perusahaan tambang dilakukan menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Akibat aktivitas tambang tidak sesuai prosedur, menyebabkan banjir di wilayah itu.

“Kehutanan pernah mengimbau dan sudah memasang patok peringatan. Malah patok-patok itu sudah hilang,” tuturnya.

Tim sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, serta sudah melakukan penyitaan terhadap puluhan alat berat dari 7 perusahan-perusahaan tersebut. Sebagian alat berat sudah dibawa lari. (ini)


Leave a Reply

Your email address will not be published.