October 22, 2020

Mengapa Penjualan Naik tapi Intikramik Alamasri Industri (IKAI) Rugi Rp 71,72 Miliar

IKAI mencatatkan penjualan dan pendapatan 2019 sebesar Rp84,52 miliar atau naik 649,6 persen. (Foto : kompas.com)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Intikramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) hingga akhir tahun 2019 menjadi rugi Rp71,72 miliar, padahal tahun 2018 IKAI masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp71,28 miliar atau amblas menjadi minus 200,6 persen.

Berdasarkan laporan keungan perseroan yang disampaikan ke BEI senin (4/5/2020) , IKAI mencatatkan penjualan dan pendapatan 2019 sebesar Rp84,52 miliar atau naik 649,6 persen jika dibandingkan dengan penjualan dan pendapatan pada tahun 2018 sebesar 11,28 miliar.

Perusahaan saat ini mengoperasikan tiga hotel, yaitu Swiss-Belhotel Bogor,Swiss-Belinn Gajah Mada Medan, dan Hotel Saka Medan. Ketiga hotel ini diakuisisi oleh perseroan pada tahun 2018.

Langkah strategis ini diambil oleh manajemen Perusahaan untuk melakukan diversifikasi usaha dengan menambah lini bisnis yang berbeda, untuk mengurangi risiko usaha dalam menopang pertumbuhan Perseroan serta menciptakan sinergi dengan lini bisnis lainnya untuk jangka panjang.

Selain itu, perusahaan melalui anak usahanya PT Internusa Keramik Alamasri merupakan salah satu produsen ubin porselen terbesar di Indonesia dengan merek yang telah dikenal luas sejak lama, yaitu merek “Essenza” yang cukup terkenal.

Pendapatan unit bisnis Porcelain tile sebesar Rp3,36 miliar pada 2019 dibandingkan dengan Rp4,57 miliar yang dibukukan pada 2018. Nilai penjualan keramik yang lebih rendah ini bersifat sementara, mengingat hal ini disebabkan oleh fokus perusahaan untuk melakukan peremajaan mesin produksi untuk memaksimalkan kapasitasnya.

Namun perseroan juga harus mengalami pembengkakan pada beban pokok penjualan dan pendapatan sebesar 308,8 persen menjadi Rp22,62 miliar pada tahun 2019,sedangkan pada tahun sebelumnya beban pokok penjualan dan pendapatan IKAI hanya sebesar Rp5,53 miliar dan beban keungan naik 500,8 persen menjadi Rp 30,58 miliar pada 2019 dari tahun sebelumnya Rp5,09 miliar.

rugi periode berjalan yang dapat di atribusikan kepada entitas induk pada tahun 2019 menjadi Rp67,57 miliar padahal untuk tahun 2018 perseroan masih mencatatkan laba periode berjalan yang dapatdi atribusikan sebesar 71,64 miliar atau anjlok minus 194,3 persen.

Liabilitas perseroan turun menjadi Rp440,98 miliar pada 2019 jika di bandingkan dengan tahun 2018 yang Rp542,88 miliar.Berbanding terbaliik dengan itu ekuitas perseroan malah naik menjadi Rp916,55 miliar dari pada 2019 dimana tahun 2018 dicatatkan sebesar Rp794,13 miliar.

Sehingga total aset IKAI pada 2019 menjadi Rp1,357 triliun naik tipis dari Rp1,337 triliun pada tahun 2018. (ten)