November 29, 2020

Menko Luhut Kampanyekan Gerakan Bangga Buatan Indonesia

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Instagram @luhut.pandjaitan)


Bisnispost.com, Jakarta – Akibat pandemi Covid-19 di Indonesia, telah terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi dengan proyeksi sekitar 2-3%. Hal tersebut tentu berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu dalam rangka memitigasi hal tersebut, dilakukan upaya untuk melakukan percepatan belanja pemerintah dan mendorong percepatan transformasi UMKM ke ekosistem digital.

“Adapun survei perubahan di dunia pasca Covid-19 ini yaitu membuat rasa kebangsaan itu meningkat sekali. Jadi kalau tadinya kita bicara tentang globalisasi, orang mungkin sekarang sudah bicara deglobalisasi. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia guna menggugah seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional dengan membeli produk dalam negeri,” sambut Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Webinar Nasional terkait Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan secara virtual di Kantor Kemenko Marves Jakarta, pada Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Suvery Fortune 500 CEOs menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi berpendapat bahwa pandemi Covid-19 akan mempercepat transformasi teknologi suatu organisasi. Dalam hal tersebut khususnya pemerintah daerah diharapkan untuk berperan aktif dalam mendorong belanja daerah dan meningkatkan jumlah unit UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

Lebih lanjut Menko Luhut juga memaparkan terkait permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM akibat dari pandemi Covid-19. “Masalah utama yang dihadapi UMKM adalah pemasaran 35%, permintaan 34%. Dan dengan adanya online akan banyak sekali yang terperbaiki. Apa yang paling kena? Industri makanan dan industri kreatif yang paling terdampak,” jelas Menko Luhut.

Disebutkan bahwa dari total keseluruhan onboarding unit UMKM, hanya 14,3% berasal dari luar Pulau Jawa. Oleh karena itu disebutkan bahwa perlu strategi untuk meningkatkan unit UMKM onboarding dari luar Pulau Jawa.

“Semenjak 14 Mei 2020, tercapai penambahan lebih dari setengah juta unit UMKM yang masuk dalam ekosistem digital. UMKM yang masuk dalam ekosistem digital mengalami peningkatan penjualan berkali lipat hingga lebih dari 2000%. Jadi untuk Bapak Gubernur dan semuanya, perlu memberikan perhatian lebih dan harus aktif menjaring lebih banyak lagi unit UMKM, karena ini tentu akan menguntungkan masyarakat kita,” tambah Menko Luhut.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat menjadi akselerator transformasi digital untuk memperluas akses pasar dan sarana peningkatan penjualan produk dan jasa UMKM.

Sinergisitas antara K/L Adapun kunci sukses dalam rangka mentukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini adalah dengan bergotong-royong.

“Sekarang itu, muncul rasa nasionalisme baru. Sesudah ada Covid-19 itu terjadi persaingan negara yang ingin memajukan dan menyelamatkan negara dan bangsanya sendiri-sendiri. Apa yang terjadi pada kondisi yang saat ini, ternyata bangsa kita mampu membuat ventilator sendiri, masker buatan rakyat yang itupun luar biasa. Kita harus kembangkan ini,” sebut Menko Polhukam Mahfud MD yang juga turut menghadiri Webinar Nasional tersebut.

Menko Mahfud juga memaparkan terkait perlunya strategi diseminasi informasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam mempromosikan produk dalam negeri.

“Kemenko Polhukam siap memberikan dukungan agar program ini bisa terus berjalan dan berkelanjutan hingga mendapat sasaran dengan hasil yang terbaik,” tambah Menko Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan bahwa Gerakan Bangga Buatan Indonesia juga harus melibatkan daerah, oleh karena itu pihaknya telah melakukan koordinasi serta melakukan berbagai langkah agar seluruh daerah di Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam Gerakan Nasional BBI ini.

Turut hadir dalam webinar ini yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas dan SDM Kemenko Bidang Perekonomian Mira Tayyiba serta para peserta yaitu pelaku UMKM yang terhubung dari seluruh penjuru Indonesia. (tim)