December 2, 2020

Menko Luhut Sebut Semua yang Terlibat Simulasi Pariwisata Hebat

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, mengikuti simulasi protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan di destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo. Maritim.go.id


Bisnispost.com, Labuan Bajo – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengikuti simulasi protokol kesehatan, keselamatan, dan keamanan di destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur Kamis, 12 November 2020.

“Simulasi ini merupakan suatu uji coba yang akan menjadi cikal bakal SOP bidang kesehatan, keselamatan, dan keamanan RI. Saya pikir Presiden sudah memberikan arahan kepada kita agar bekerja secara terintegrasi dan memperbaikinya secara terintegrasi,” ucap Menko Luhut dalam sambutannya.

Menurut Menko Luhut, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan keberhasilan setiap pihak, yaitu 23 kementerian/lembaga yang terkait dan telah berkolaborasi dengan baik.

“Kolaborasi inilah salah satu langkah yang sangat sulit dalam satu organisasi. Tapi saya percaya, melihat sekarang kita sudah sejalan,” tambahnya.

Melalui gambar rekam, Presiden Indonesia, Joko Widodo, juga menyampaikan arahannya.  “Pemerintah perlu melakukan integrasi terkait dengan pariwisata, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Simulasi ini sudah dipersiapkan untuk bisa menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan wisatawan untuk hadir kembali di Labuan Bajo dan destinasi pariwisata lainnya,” ucap Presiden RI.

Dirinya menjelaskan bahwa ini adalah kali pertama Indonesia memiliki sistem kesehatan, keselamatan, dan keamanan yang terintegrasi. Simulasi serupa akan diterapkan pula pada destinasi super prioritas lainnya.

“Ada 5 destinasi super prioritas, kemudian kita ingin urus itu semua. Kita ingin mulai dari keselamatan, kesehatan, dan penanggulangan bencananya kita siapkan. Ini saya kira jadi contoh yang bagus bagi kita semua di sini. Saya pikir semua pihak yang terlibat di sini sangat hebat,” puji Menko Luhut atas kelancaran simulasi.

Dirinya berpendapat bahwa Indonesia saat ini telah berubah menuju lebih baik. Menurutnya Indonesia secara keseluruhan makin tertib dan padu. Menurutnya dengan simulasi ini, pemerintah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menerima wisatawan kembali.

Terkait dengan kesiapan pariwisata Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menjelaskan, “Memang untuk membuat pariwisata itu maju, bukan hanya infrastruktur, bukan hanya keindahan alam, bukan hanya budaya, bukan hanya masalah pemasaran, tapi kita juga bisa menciptakan rasa aman dan rasa nyaman bagi wisatawan,” jelasnya.

Menparekraf kemudian menekankan bahwa rasa aman dalam berwisata merupakan hal yang penting, terlebih rasa aman dari Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini mengarahkan kita agar pariwisata kita lebih berkualitas. Tentunya tidak akan terwujud pariwisata yang berkualitas kalau tidak bisa mewujudkan rasa aman,” tutur Menparekraf.

“Oleh karena itu teman-teman media, sampaikan kepada masyarakat dalam dan luar negeri mengenai ini. Karena banyak negara-negara luar negeri ini, melihat kita ini masih mengira kalo kita seperti negara-negara underdeveloped gitu,” pesan Menko Luhut kepada awak media yang hadir pada kegiatan simulasi tersebut.

Menko Luhut mengusulkan agar tim keamanan dapat pula melakukan patroli kepada kapal-kapal tidak berbendera yang berada di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya. Sehingga nantinya daerah dapat menikmati pendapatan dari kapal tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menko Marves mengusulkan agar simulasi serupa juga dilaksanakan di Mandalika. “Nanti persiapan Moto GP di Mandalika, kita perlu melakukan simulasi seperti ini. Karena berdasarkan pengalaman saya kalau kita rutin melakukan simulasi, maka akan memperkecil kemungkinan terjadi kesalahan, karena semua tahu siapa berbuat apa, dan resikonya dapat dihitung dengan baik,” usul Menko Marves.

Dirinya menambahkan bahwa simulasi serupa juga perlu dilakukan di empat destinasi super prioritas lainnya, terutama pada daerah yang rawan bencana.

“Tentu dengan memperhitungkan karakteristik masing-masing daerah. Jadi mungkin nanti simulasi yang dilakukan di sini akan sedikit berbeda dengan simulasi di daerah lain,” pesan Menko Luhut. (mar)