October 23, 2020

Menperin Rilis Surat Edaran Operasional Pabrik, Simak Isinya

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : Instagram @agusgumiwangk)


Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus mendukung produktivitas industri dalam kondisi pandemi Covid-19. Karena itu, Kemenperin mengeluarkan surat edaran menteri perindustrian nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Edaran tersebut berdasarkan pada beragam peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) serta Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Masyarakat Coronavirus Disease.

Edaran pun merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019. “Surat edaran ini bertujuan mendukung industri dalam berproduksi, namun sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu, (8/4/2020).

Surat edaran bertanggal 7 April 2020 itu ditujukan kepada ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), ketua asosiasi industri, serta pimpinan perusahaan industri maupun perusahaan kawasan industri. Di dalamnya terdapat pedoman bagi pelaku industri dalam menjalankan kegiatan usahanya selama masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19.

“Kami mengharapkan sektor industri dapat tetap memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional walaupun dalam kondisi yang di luar harapan, terutama dari sektor-sektor yang masih memiliki permintaan tinggi,” ujar Agus.

Ia menyebutkan, berbagai sektor tersebut meliputi industri alat kesehatan dan aneka pangan yang diperlukan demi menyuplai kebutuhan di dalam negeri. “Kami juga berharap sektor itu dapat melakukan ekspor ke pasar global,” katanya.

Agus melanjutkan, perusahaan industri serta perusahaan kawasan industri diberi izin menjalankan kegiatan usaha dengan kewajiban memenuhi ketentuan di antaranya melakukan penyaringan atau screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh, memantau gejala saat memasuki area pabrik dan pergantian shift, serta memastikan sirkulasi udara yang baik dan fasilitas kebersihan yang memadai termasuk fasilitas cuci tangan sebelum memasuki bangunan.

Selain itu, perusahaan diminta meningkatkan frekuensi pembersihan fasilitas produksi dan area umum secara rutin dengan cairan disinfektan, kemudian mengatur pembatasan jumlah pekerja saat menggunakan fasilitas umum seperti tempat ibadah atau kantin.

“Perusahaan wajib pula menyediakan suplemen maupun makanan bergizi, termasuk menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta informasi tentang Covid-19 kepada para pekerja,” kata Menperin.

Para pekerja, dia menegaskan, harus menerapkan PHBS serta memakai masker sejak keluar rumah dan memakai sarung tangan selama berada di area pabrik. Aturan physical distancing sejauh minimal satu meter serta menghindari kontak fisik harus pula dipatuhi. (rep)


Leave a Reply

Your email address will not be published.