December 1, 2020

Menteri Erick Larang para Dirut BUMN Sibuk Hadiri Acara, Agar Lebih Produktif

Menteri BUMN, Erick Tohir. (Foto : Instagram @erickthohir_)


Bisnispost.com, Jakarta – Agar terus produktif, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melarang para Direktur Utama perusahaan negara sibuk menghadiri banyak acara. Ia keberatan bila Bos BUMN banyak menghadiri acara, tugas pokoknya di lapangan tidak berjalan baik. Karena itulah dalam sebuah acara di Kementerian Ketenagakerjaan para dirut yang diundang tidak datang. Mereka diwakili anggota direksi lainnya.

“Mohon maaf ibu (Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah) ini bukan tidak menghormati, karena memang policy-nya dari saya, kalau bisa Dirut jangan kebanyakan acara,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelatihan dan Penempatan Kerja Penyandang Disabilitas, di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Rabu siang, Kementerian Ketenagakerjaan dengan Kementerian BUMN menggelar acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelatihan dan Penempatan Kerja Penyandang Disabilitas. Kementerian Ketenagakerjaan mengundang 5 Dirut BUMN, tetapi tidak satupun yang hadir.

Para dirut itu –Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Dirut Telkom Indonesia Ririek Adriansyah, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Utama Bank BRI Sunarso, dan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini—tidak datang. Mereka diwakili anggota direksi lainnya.

Akhirnya, penandatanganan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur SDM PT Pertamina, Koeshartanto; Direktur SDM & Umum PT Kereta Api Indonesia, Agung Yunanto; Direktur Human Capital Management (HCM) PT PLN, Syofvi F. Roekman; Direktur HCM PT Telkom Indonesia, Afriwandi; dan Direktur HC PT BRI, Herdy Rosadi Harman.

Menurut Menteri Erick, ada baiknya para Dirut yang terlibat, langsung saja diamanahkan tugas masing-masing tanpa perlu hadir ke acara-acara tertentu. Sebab, kata dia, bila para Dirut keseringan menghadiri pertemuan fisik berpotensi tidak efektif kerja di lapangan.

“Jadi setiap acara itu lebih baik dibagitugaskan saja. Kalau Dirut kebanyakan acara, kapan kerjanya. Mereka ini punya target-target KPI (indikator kinerja/ key performance indicators) yang sangat berat, baik di PLN, Kereta Api, Pertamina dan lain-lainnya,” tegas Erick Thohir. (emi)