October 20, 2020

Menteri Erick Thohir Konsolidasikan Anak Usaha Garuda, Pertamina, dan Telkom

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.(Foto : instagram @erickthohir)


Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian BUMN terus melakukan konsolidasi anak dan cucu perusahaan BUMN. Tahap awal, konsolidasi dilakukan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

“Mengapa yang didahulukan adalah Garuda dan Telkom karena mereka berstatus perusahaan terbuka (Tbk) dan (konsolidasi) penting. Sebab, status Tbk mengharuskan transparan,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2020).

Ia menegaskan, langkah konsolidasi ini tidak ada hubungannya dengan wabah covid-19, melainkan rencana kerja Kementerian BUMN untuk menciptakan perusahaan yang efisien seusia dengan tata kelola perusahaan yang baik.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra menyampaikan, akan memangkas sekitar enam cucu usaha, yakni PT Garuda Tauberes Indonesia, PT Rilis Arah Pratama Indonesia, PT Indo Suplai Total Solusi, PT Garuda Indonesia Air Chartere, PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala Indonesia, serta PT Garuda Energy Logistik & Komersial.

“Garuda Tahu Beres ini kan berbasis aplikasi, sehingga akan kami konsolidasikan ke induk jadi lebih memudahkan kami untuk memantaunya. Seluruh SDM di Garuda Tahu Beres dan cucu usaha lainnya dipastikan tidak ada yang terasionalisasi,” tutur Irfan.

Sementara, anak dan cucu perusahaan yang mendukung bisnis Garuda dipastikan akan terus beroperasi, seperti PT Citilink Indonesia dan PT Garuda Maintenance Facility.

Direktur Utama Telkom (TLKM) Ririek Adriansyah bilang Telkom memiliki 49 anak dan cucu yang terkonsolidasi dengan induk perusahaannya. Setelah dilakukan kajian, terdapat beberapa anak dan cucu usaha yang memiliki bisnis usaha ganda sehingga tidak efisien.

“Dengan demikian, ada 20 anak usaha yang kami kurangi untuk periode 2020-2021,” tutur Ririek yang memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan tenaga kerja atas SDM di 20 anak usaha tersebut.

Ke depan, ditambahkannya, Telkom akan focus ke bisnis digital sehingga tidak menutup kemungkinan anak atau cucu perusahaan akan bertambah.

“Kami sudah melakukan kajian dan mengidentifikasi atas 25 perusahaan yang bisa kita rasionalisasikan, baik melalui likuidasi atau divestasi. Keseluruhan perusahaan tersebut secara operasional sudah tidak berjalan dan tidak ada lay out,” urai Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Ditambahkannya, pada tahun ini, delapan anak usaha akan dirasionalisasi, yakni tujuh anak usaha melalui likuidasi dan satu anak usaha didivestasi. Sementara, 17 anak usaha lainnya dilakukan rasionalisasi pada tahun depan.

Dengan adanya rasionalisasi, ia menilai Pertamina lebih efisien, beban usaha turun, serta semakin focus menjadi perusahaan yang aktif di bisnis utama, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tegasnya. (emi)


Leave a Reply

Your email address will not be published.