November 29, 2020

Menteri Sri Akui Krisis 2020 Lebih Berat Ketimbang 1998 dan 2008

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto : Instagram @smindrawati)


Bisnispost.com, Jakarta – Tak sedang bercanda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bilang, pandemi Covid-19 memperburuk seluruh sektor publik hingga swasta.

Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk membangkitkan kembali perekonomian, melalui stimulus fiskal. Setelah dihitung, untuk membiayai stimulus fiskal perlu dana Rp695,2 triliun. Selain itu, pemerintah ancang-ancang memperlebar defisit hingga 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Krisis kali ini berbeda sekali karena kita harus melindungi manusia dan perekonomiannya sekaligus. Untuk membendung penyebaran virus, kita harus membatasi pergerakan manusia,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Ia menjelaskan, krisis ini berbeda dengan 1998 dan 2008, karena merupakan guncangan besar yang tidak pernah dialami negara-negara manapun di era modern. Saat ini, pandemi Covid-19 memukul perekonomian masyarakat secara luas, termasuk rumah tangga dan pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah merumuskan kebijakan untuk dua hingga tiga langkah ke depan dengan mengarahkan stimulus itu untuk perlindungan sosial serta dukungan bagi UMKM.

UMKM mendapatkan restrukturisasi kredit serta subsidi bunga dan kemudahan untuk mendapatkan kredit modal kerja baik melalui penempatan dana murah pada perbankan maupun penjaminan kredit. (lah)