November 30, 2020

Nilai Rupiah Menurun, Akibat Peningkatan Kasus Positif Covid-19?

Rupiah melemah 121 poin atau 0,84 persen menjadi Rp14.499 per dolar AS. (Foto : market.bisnis.com)


Bisnispost.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (3/7/2020) pagi, melemah tertekan kasus positif COVID-19 yang terus meningkat.

Rupiah melemah 121 poin atau 0,84 persen menjadi Rp14.499 per dolar AS, dari sebelumnya Rp14.378 per dolar AS.

“Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan COVID-19 yang terus meninggi,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat siang.

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara yang kembali meninggi kasus penularan COVID-19 seperti di Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, Korsel, dan lainnya.

Di Indonesia, kasus positif COVID-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama.

Sementara itu, ketegangan hubungan antara AS dan Tiongkok dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat Tiongkok yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut.

“Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” ujar Ariston, dikutip Antara.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.250 per dolar AS hingga Rp14.430 per dolar AS. (els)