November 26, 2020

Nilai Transaksi Harian Meningkat 10,34 Persen dalam Sepekan

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,094 triliun. (Foto : Instagram @reynaldovirgilius)


Bisnispost.com, Jakarta – Rata-rata nilai transaksi harian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, yaitu pada 11 – 15 Mei 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 10,34 persen menjadi Rp6,401 triliun dibandingkan dengan pekan lalu pada nominal angka Rp5,801 triliun. Peningkatan juga terjadi pada data rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 5,21 persen atau 529.395 ribu kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar 503.202 ribu kali transaksi. Sementara itu data rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 7,46 persen atau berada pada posisi 5.951 miliar unit saham dari pekan lalu sebesar 6.431 miliar unit saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai kapitalisasi pasar selama sepekan mengalami perubahan yang sama yaitu sebesar 1,95 persen, untuk IHSG berada pada level 4.507,607 dari 4.597,430 pada pekan sebelumnya dan nilai kapitalisasi pasar berada pada posisi Rp5.212,719 triliun dari Rp5.316,527 triliun pada pekan yang lalu.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,094 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp24,919 triliun.

Sebagai bentuk kepedulian sosial Perusahaan Tercatat pada upaya penanggulangan penyebaran Pandemi COVID-19 di Indonesia, pada Selasa (12/5/2020) PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) menyerahkan donasi berupa Alat Pelindung Diri (APD) atau Hazmat Suit sebanyak 500 buah yang diserahkan kepada Pasar Modal Peduli Indonesia (PMPI) untuk kemudian dapat disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Donasi tersebut diterima oleh Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi selaku perwakilan dari PMPI dan disaksikan oleh Perwakilan dari Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). APD yang didonasikan tersebut merupakan hasil produksi dari ESTI.

Obligasi Berkelanjutan II Bank Mandiri Tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi dicatatkan di BEI pada Rabu (13/5/2020), dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000.000.000,00. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan hasil pemeringkatan untuk obligasi ini adalah idAAA (Triple A, Stable Outlook). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

Pada hari berikutnya, tepatnya Kamis (14/5/2020), Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap I Tahun 2020 (Obligasi Tahap I) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap I Tahun 2020 (Sukuk Mudharabah Tahap I) yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) resmi dicatatkan di BEI.

Obligasi tersebut dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp400.000.000.000,00, sedangkan untuk Sukuk Mudharabah tersebut dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp100.000.000.000,00. PEFINDO menetapkan hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap I adalah idAAA dan Sukuk Mudharabah Tahap I adalah idAAA(sy). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 26 Emisi dari 21 Perusahaan Tercatat senilai Rp24,06 triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 431 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp437,16 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 116 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 99 seri dengan nilai nominal Rp3.028,99 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp9,20 triliun.

Masih pada hari yang sama, melalui seremoni secara virtual telah dicatatkan Reksa Dana Indeks SAM ETF SRI-KEHATI dengan kode ETF XSSK, dengan pencatatan tersebut BEI telah mencatatkan 5 (lima) ETF pada tahun 2020 dan secara keseluruhan 43 (empat puluh tiga) ETF telah dicatatkan di BEI sampai dengan saat ini. Reksa Dana Indeks SAM ETF SRI-KEHATI ini merupakan ETF dengan tema ESG, yaitu produk yang memperhatikan unsur Environment Friendly, Social Responsibility dan Good Corporate Governance, diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi investor yang mengedepankan unsur lingkungan, dampak sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. (idx)