October 21, 2020

Kabar dari Bank Sentral, Nilai Tukar Rupiah Menguat di Kisaran Rp 15.000

Pergerakan nilai Rupiah dipengaruhi oleh faktor fundamental yaitu inflasi yang rendah. (Foto : Instagram @rupiah.cepat)


Bisnispost.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo menyatakan dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, (6/5/2020) bahwa Rupiah menguat di kisaran Rp15.010 pada Selasa, (5/5/2020).

Pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek (harian) dipengaruhi oleh faktor teknikal (sentimen) positif yaitu sejumlah wilayah di AS dan Eropa akan membuka kegiatan ekonomi pasca pembatasan sosial karena COVID-19.

“Pernyataan board members The Fed yang menyampaikan bahwa ekonomi AS akan membaik di semester II-2020, meskipun di semester I-2020 mengalami resesi ekonomi serta peningkatan harga minyak,” tuturnya.

Bila dilihat secara trend, pergerakan nilai Rupiah dipengaruhi oleh faktor fundamental yaitu inflasi yang rendah dan terkendali dalam kisaran target 3±1%.

Kedua, defisit transaksi berjalan triwulan I akan lebih rendah dari 1,5% PDB dan secara keseluruhan pada tahun 2020 akan lebih rendah dari 2% PDB.

Ketiga, perbedaan suku bunga (yield spread) sangat tinggi. Yield SBN 10 tahun Indonesia dipatok sebesar 8,02% sedangan yield UST Note 10 tahun sebesar 0,3% -04% , sehingga yield spread sebesar 7,5%. Faktor tersebut menyebabkan nilai tukar undervalued dan diperkirakan bergerak stabil dan cenderung menguat. (keu) #mediamelawancovid19