December 1, 2020

OJK Minta Masyarakat Tenang, Industri Perbankan Dalam Kondisi Stabil dan Terjaga

Gedung OJK Jakarta. (Foto: Instagram @ojkindonesia)


Bisnispost.com, Jakarta – Masyarakat harap tenang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjamin industri perbankan dalam kondisi stabil dan terjaga. Karena itu, tak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap beberapa bank. Pasalnya, OJK langsung menjalankan pengawasannya.

Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (11/6/2020), Deputi Komisioner Humas Dan Logistik OJK Anto Prabowo menanggapi viralnya berita lama dalam beberapa hari ini yang mengaitkan kondisi perbankan. Viralnya berita itu  dimanfaatkan oknum tertentu yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank.

“Seperti yang disampaikan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna, nasabah tidak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK,” kata Anto Prabowo.

Terjaganya kondisi perbankan seperti dipersaksikan OJK itu, tercermin dari rasio keuangan hingga April 2020 yang berada dalam batas aman (treshold), seperti permodalan (CAR) 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen, dan NPL Net 1,09 persen.

Kecukupan likuiditas terjaga terpantau dari rasio alat likuid/non-core deposit pada April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan alat likuid/DPK 25,14 persen. Kedua rasio itu jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Menurut Anto, OJK dan BPK juga senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. Ia menyatakan, pihaknya menyambut baik ketegasan BPK yang telah melakukan klarifikasi ke media bahwa BPK tidak pernah membuat statement yang banyak diberitakan. “OJK juga sudah menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi BPK.”

Karena itu, masyarakat harus tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar. Jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan, bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157. (emi)