November 24, 2020

Optimal Prima Metal (OPMS) Fokus Tingkatkan Aspek Bisnis

OPMS bergerak dalam bidang perdagangan besi bekas. (Foto : Investor.id)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Optimal Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) akan fokus terhadap peningkatan aspek bisnis dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, OPMS melakukan pemeliharaan pelestarian lingkungan dengan mengurangi keberadaan sampah besi di lingkungan sekitar.

Selama ini, dengan bisnis yang sudah kami jalankan, kami selalu menggunakan sumber daya material yang sudah ada namun tidak lagi terpakai untuk kami salurkan ke pabrik-pabrik pengolahan baja dan perusahaan pelayaran untuk didaur ulang. Ujar Meilyna Widjaja Direktur Utama OPMS dalam laporan tahunan perseroan yang disampaikan ke BEI Kamis (18/6/2020).

Dijelaskan, dengan begitu maka tujuan kami pada tiga sisi dapat tercapai, Tiga tujuan kami itu terdiri atas mengurangi polusi sampah di lingkungan sekitar,membuat perbedaan di dunia bahan baku besi dan logam dengan menyalurkan bahan baku berkualitas untuk didaur ulang dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku besi dan logam dari luar negeri yang selama ini dijalankan sehingga pada akhirnya membantu dalam meningkatkan perekonomian di dalam negeri.

Meilyna menambahkan , Kami tetap akan menjalankan roda bisnis Perseroan sesuai Misi dan Visi OPMS. Termasuk pada tahun 2020 yang tentu saja akan menghadapi segala dinamika dan tantangan yang belum tentu sama dengan 2019.

Saat ini Virus Corona menjadi kekhawatiran baru selain faktor perang dagang Tiongkok vs AS yang bisa menjadi tantangan berat bagi dunia usaha. Tidak menutup kemungkinan situasi ini juga berdampak terhadap segala prospek dan rencana Perseroan, tutur Meilyna.

Terkait dengan prospek usaha perseroan dijelaskan oleh Meilyna, di luar dari situasi memperihatinkan seperti terjadi saat ini, jika merujuk data 2 tahun terakhir, industri logam dasar memberikan optimisme usaha untuk tahun berikutnya. Sektor ini mampu kembali berkembang dan mengalami pertumbuhan dua digit seiring dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik.

Sedangkan pada sisi industri besi dan baja Pertumbuhan konsumsi besi baja untuk periode 2014-2018 adalah sebesar 4 persen CAGR, sedangkan untuk crude steel sebesar 7 persen dan finished steel sebesar 9 persen CAGR. Oleh karena itu masih terdapat pekerjaan rumah dan ruang yang cukup besar agar produksi nasional dapat ditingkatkan dan mampu mengurangi porsi impor.Apalagi melihat prospek industri ini yang cukup baik ke depannya karena ditunjang dengan proyek-proyek strategis infrastruktur pemerintah, serta meningkatnya pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.

Pada industri Kapal,Indonesia National Shipowner Association (INSA) mencatat terdapat 27.000 unit jumlah kapal nasional pada 2019. Indonesia termasuk sebagai negara dengan jumlah kapal terbesar di dunia dan berada pada posisi 8. Tepatnya sebanyak 1.948 unit kapal terutama untuk kapal dengan ukuran di atas 1000 Gross Tonnage (GT).

Sehingga dengan rata-rata usia kapal di Indonesia sekitar 20-25 tahun maka jumlah ini tergolong cukup dan memudahkan bagi OPMS untuk memperoleh kapal sebagai bahan baku scrap. Besarnya pangsa pasar industri yang dijalankan OPMS juga bisa terlihat dari data Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA). Data tercatat pada 2016 menunjukkan industri peleburan besi baja di Indonesia
terpusat di wilayah pulau Jawa dengan total kapasitas sebesar 12 juta ton.tutup Meilyna. (ten)