December 2, 2020

Pemangkasan Jumlah BUMN Lanjut Terus Sampai Hanya 70 Perusahaan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. (Foto : Instagram @erickthohir)


Bisnispost.com, Jakarta – Pemangkasan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlanjut terus. Menjabat sejak Oktober 2019, Menteri BUMN Erick Thohir sudah mengurangi jumlah perusahaan negara, dari sejumlah 142, kini tersisa 107 perusahaan, dan akan berlanjut sampai 70 BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir menginformasikan hal itu dalam rapat bersama DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2020). Dari 107 BUMN hasil pemangkasan 142 perusahaan, masih akan direstrukturisasi hingga mencapai 70 perusahaan. Sasarannya agar kinerja BUMN semakin baik.

Erick menyebutkan, langkah itu sebagai bagian dari upaya menyehatkan BUMN dan memperbaiki kondisi internal yang akhirnya menghasilkan kinerja terbaik, sesuai harapan. Di tengah pandemi Covid-19 dinilai sebagai saat tepat untuk menata, dan merestrukturisasi perusahaan negara itu.

Sejauh ini menurut Erick Thohir, 90 persen kinerja BUMN terkoreksi akibat pandemi Virus Corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19). Yang mampu bertahan, dalam penilaian dia, hanya sekitar 10 persen. “Kita tahu 90 persen dari dunia usaha akan terkoreksi, hanya 10 persen yang bisa sustain, di industri kesehatan, makanan, teknologi, telekomunikasi dan lainnya.

Dalam rapat dengan DPR RI itu Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, juga mengungkapkan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dalam kondisi berat, didera utang sebanyak Rp48 triliun. “Karena PTPN holding punya total utang Rp48 triliun. Ini akan saya sampaikan detail untuk program kelanjutannya.”

Sejumlah langkah efisiensi ditempuh. Salah satunya, mengurangi sejumlah direksi mulai dari PTPN 1 hingga PTPN 14. Dengan segala hormat, kata dia, dilakukan efisiensi besar-besaran. “Jumlah direksi harus kita pangkas, yang bukan holding akhirnya hanya satu direkturnya.” (ten)