December 5, 2020

Pendaparan PT Cisadane Sawit Raya (CSRA) Naik Jadi Rp 145,6 miliar

PT Cisadane Sawit Raya (CSRA) Naik Jadi Rp 145,6 miliar. (Foto : idx.co.id)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) telah melakukan permulaan yang baik, sebagai emiten anyar yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2020. Perusahaan yang mengembangkan areal perkebunan dan produksi minyak sawit di Kabupaten Labuan Batu, Sumatera Utara itu, membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat.

“Pendapatan perusahaan meningkat sebesar 34,1 persen YoY menjadi Rp145,6 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2020,” tutur Vanessa selaku Investor Relation CSRA kepada EmitenNews.com, Rabu (17/6/2020).

Kinerja pendapatan positif ini terutama dari kemampuan perusahaan membukukan volume produksi TBS internal yang lebih tinggi bersama dengan rata-rata harga jual lebih kuat di QI-2020 dibandingkan QI-2019. Dapat dicatat bahwa di QI20, produksi internal TBS CSRA meningkat sekitar 8 persen YoY.

Di tengah pandemi covid-19 yang menghantam setiap sektor usaha di belahan dunia, CSRA tetap optimistis dengan terjaganya upaya menguatkan margin keuntungan. Hingga akhir Maret 2020, margin kotor CSRA, dan margin operasi masing-masing berada di 45,5 persen dan 31,0 persen, yang menunjukkan peningkatan substansial dibadingkan level Q1-19.

Selain kemampuannya untuk mencatat pendapatan yang kuat, ekspansi margin positif ini juga menunjukkan peningkatan produktivitas berkelanjutan dari perusahaan dan strategi pengendalian biaya yang solid.

Secara keseluruhan, serangkaian hasil positif ini telah membawa laba bersih CSRA tumbuh sekitar lima kali lipat yang diterjemahkan menjadi 22,32 persen margin laba bersih di QI-20. Hal ini juga menampilkan upaya tak henti-hentinya perusahaan untuk terus berkomitmen dalam memberikan nilai lebih kepada para pemegang sahamnya.

CSRA berfokus untuk meningkatkan produksi TBS demi memaksimalkan potensi cukup besar dari profil umur tanaman yang masih relatif muda. Namun, perseroan juga mempertahankan pandangannya untuk terus memantau dinamika harga meskipun terjadi peningkatan harga akhir ini terkait dengan mulai dibukanya kegiatan ekonomi di sejumlah negara.

Oleh karena itu, menjaga efisiensi dan keunggulan operasi di semua spektrum akan tetap menjadi fokus utama perusahaan pada saat ini.

Saat pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga penawaran perdana CSRA hanya Rp125 per saham. Saat ini harga saham perseroan terus mengalami tren penguatan seiring dengan laporan kinerja perseroan yang positif.

Pada perdagangan hari ini, Rabu (17/6/2020), harga saham CSRA dibuka pada level 228 dan mengalami penguatan cukup signifikan hingga tumbuh 1,75 persen atau 4 poin pada penutupan sasi I dengan range dilevel 228-240.

Yang perlu menjadi catatan adalah optimisme dalam target perseroan pasca- IPO adalah seperti disampaikan oleh Seman Sendjaja saat perseroan memulai tatanan baru sebagai perusahaan tercatat. Menurut Direktur CSRA itu, perseroan menargetkan bisa menambah produksi TBS mencapai 50.000 ton pada tahun ini. Sementara itu, produksi CPO ditargetkan bisa menyentuh 50.000 ton, naik tipis dari 45.000 ton pada tahun lalu. (ten)