October 30, 2020

Penjualan Anjlok, Laba Kabelindo Murni (KBLM) Tergerus 4,98 Persen Pada 2019


Businesstoday.id, Jakarta – PT Kabelindo Murni Tbk. (KBLM) membukukan penurunan penjualan bersih sebesar 7,58 persen menjadi Rp 1,149 triliun sepanjang tahun 2019 sedangkan pada tahun sebelumnya 2018 masih mebukukan penjualan bersih Rp 1,243 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke BEI, selasa (31/3/2020), beban penjualan KBLM mengalami penurunan sebesar 7,05 persen menjadi Rp 1,043 triliun pada 2019 dibandingkan dengan beban penjualan 3018 Rp 1,122 trilun. Penurunan beban terbsebut sejalan dengan penurunan yang terjadi pada penjualan bersih emiten kabel tersebut.

Laba Bersih KBLM juga ikut terkoreksi atau memgalami penurunan sebesar 4,98 persen dari pada laba bersih tahun 2018, pada periode 31 desember 2019 Kabelindo murni mencatatkan laba bersih sebesar Rp 38,64 miliar turun dari periode yang sama pada 2018 sebesar Rp 40,67 miliar. Untuk laba persaham perseroan turun menjadi Rp 34,51 sedangkan pada tahun sebelumnya 2018 Rp 36,32 persaham.

Jumlah beban usaha perseroan justru naik menjadi Rp 57.44 miliar per 31 desember 2019 dibandingkan periode yang sama pada 2018 Rp 56.92 miliar.

Sedangkan penghasilan konfrehemsif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun pada 31 desember 2019 menjadi Rp 37,82 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2018 Rp 40,92 miliar.

Liabilitas emiten perkabelan itu mengalami penurunan sebesar 8,57 persen dari Rp 476,88 miliar pada tahun sebelumnya yaitu 2018 menajdi Rp 436,01 miliar pada akhir 2019. Ekuitas perseroan justru naik 3,28 persen di akhir 2019 menjadi Rp 848,42 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang Rp 821,47 miliar.

Ditopang oleh penurunan pendapan, laba bersih dan liabilitas maka total aset KBLM pun memgalami penurunan sebesar 1,07 persen pada laporan keuangan tahunan per akhir desember 2019 menjadi Rp 1,284 triliun dibandingkan pada periode yang sama pada 2018 yang berada di angka Rp 1,298 triliun.

Kas dan setara kas perseroan per akhir tahun 2019 pun ikut mengalami penurunan menjadi Rp 32,21 miliar dibandingkan periode yang sama 2018 yang masih berada di angka Rp 40,90 miliar. (emi)


Leave a Reply

Your email address will not be published.