January 25, 2021

Penjualan CNG Masih Menjadi Bisnis Andalan bagi PT Super Energy (SURE) Tbk.

PT Super Energy Terkena Dampak Covid-19. (Foto: Instagram @thermalengineeringintl)


Bisnispost.com, Jakarta – Dampak penyebaran wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19) mengakibatkan terjadinya perubahan dalam berbagai bidang industri di Indonesia. Dampak tersebut salah satunya juga dirasakan perusahaan gas, seperti PT Super Energy (SURE) Tbk.

“Beberapa pabrik atau industri yang selama ini menjadi konsumen SURE perlahan mulai mengurangi kegiatan operasionalnya secara signifikan. Penurunan permintaan pasukan gas juga terjadi. Kami masih mengobservasi dampaknya (COVID,red) lebih lanjut terhadap perusahaan,” kata Direktur Utama (Dirut) Super Energy (SURE), Agustus Sani Nugroho, Minggu (10/5/2020).

Meski demikian, Agus mengatakan segmen bisnis penjualan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) masih akan menjadi andalan bagi SURE.

“Kami akan berupaya melakukan strategi perluasan pasar secara intensif, walaupun pandemi COVID-19 masih terjadi sekarang,” ujar dia.

Uniknya, permintaan gas menurun, Agus mengatakan juga ada konsumen baru saat ini. Sepanjang 2019, kata dia, SURE masih mampu meraih pendapatan dari segmen bisnis CNG sebesar Rp174,16 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi 4,3 persen secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari realisasi di tahun sebelumnya (2018) mencapai Rp 166,93 miliar.

“Sedangkan pendapatan bisnis CNG sejalan dengan volume penjualan CNG milik SURE mencapai 1,31 juta MMBTU sepanjang 2019,” ungkap dia.

Padahal, sebelumnya volume penjualan CNG perusahaan ini masih di level 1,27 juta MMBTU (2018). Saat menjelang akhir 2019, SURE mulai mengalami penurunan pendapatan 1,4 persen (YoY) menjadi Rp 291,62 miliar. “Penurunan disebabkan harga rata-rata penjualan kondensat yang mengalami koreksi dari Rp761.000 per barel di tahun 2018 menjadi Rp616.000 per barel di tahun 2019,” jelasnya. 

Sehingga, lanjutnya, pendapatan  SURE dari segmen bisnis kondensat hanya mencapai Rp44,90 miliar di tahun lalu. Padahal, di tahun sebelumnya, 2018, pendapatan SURE dari segmen tersebut masih bisa mencapai Rp58,77 miliar.

Namun meski demiiian, SURE masih mampu meraih laba bersih sebesar Rp8,22 miliar pada 2019. Lagi lagi, keuntungan itu didapat mereka setelah mengalami keterpurukan pada 2018 karena SURE masih menderita kerugian bersih sebesar Rp28,24 miliar. (rri)