December 1, 2020

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 1 Meleset Jauh, Rizal Ramli Sebut Sudah Sering

Ekonom Senior, Rizal Ramli. (Foto : Instagram @rizalramli.official)


Bisnispost.com, Jakarta – Pandemi virus corona membuat perekonomian dunia terpuruk, tak terkecuali di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, prediksi Gubernur Bank Indonesia maupun Menteri Keuangan (Menkeu) Indrawati soal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 meleset jauh di bawah kenyataan.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I masih bisa melaju hingga 4,3%. Asa optimism yang sama juga ditunjukkan Menteri Keuangan . Prediksi , pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 di level 4,5%-4,7%.

Namun kenyatanya dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pada Selasa (5/5/2020) pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 2,97%, alias lebih lesu dari harapan BI dan Kementerian Keuangan.

Hal ini mengundang kritik dari pengamat ekonomi Rizal Ramli. Menurutnya, dari dulu pemerintah sudah sering meleset prediksinya dalam bidang makroekonomi, jadi ia tidak heran.

“Dari dulu banyak sekali perkiraan2nya yg meleset dalam bidang makroekonomi karena tidak correct, tidak prudent dan ingin menutupi keadaan yg sesungguhnya,” kara Rizal Ramli di akun Twitternya, Rabu (6/5/2020).

Sebelumnya, Menkeu masih sempat memaparkan optimisme nya dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, Senin (4/5/2020). “Perkembangan ekonomi Indonesia, ekspor dan impor turun, inflasi stabil, dan investasi langsung tumbuh 8% di kuartal I-2020. Sehingga perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 masih kisaran 4,5%-4,7%,” kata .

Sayangnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Selasa (5/5) menunjukkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 hanya mencapai 2,97%.Pencapaian tersebut anjlok bila dibandingkan dengan realisasi di kuartal I-2020 di level 5,07%.

Namun, merosotnya prediksi ini masih bisa dimaklumi karena secara umum, semua negara di dunia juga mengalami hal yang sama akibat pandemi corona.

Sri Mulyani juga bilang dampak Covid-19 menjadi pukulan berat bagi perekonomian Indonesia, khususnya pada rentang akhir Februari sampai Maret 2020. Menurutnya, pandemi belum begitu terasa pada Januari-awal Februari 2020. (*/net)