Businesstoday.id, Pontianak – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar memastikan saat perayaan Tahun Baru Imlek 2571 dan Cap Go Meh, tingkat penghunian kamar hotel di daerah itu terutama di Kota Pontianak dan Singkawang, akan meningkat di atas 50 persen.

“Sudah menjadi pola tahunan di saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh tingkat hunian selalu meningkat dan itu sangat signifikan, peningkatannya di atas 50 persen,” ujar Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal di Pontianak, Selasa (14/1/2020).

​​​
Ia menambahkan dari konfirmasi anggotanya, untuk Kota Singkawang pada saat Cap Go Meh kamar-kamar hotel sudah penuh.

“Bahkan sebelum kegiatan Cap Go Meh yang sudah menjadi destinasi wisata kelas internasional ini, hotel sudah pada penuh,” kata dia.

Lanjutnya, imbas dari kegiatan di Singkawang juga akan bardampak juga ke Kota Pontianak sebagai pintu utama ke Kalbar.

Ia memastikan hotel-hotel sebelum dan sesudah Cap Go Meh akan terisi sebab sebagian wisatawan pasti ada menginap di Kota Pontianak.

“Kami memprediksi Kota Pontianak akan berimbas signifikan ketika Cap Go Meh di Singkawang. Tingkat hunian bisa meningkat mencapai 80 persen dibandingkan hari biasa,” kata dia.

Yuliardi menambahkan adanya peningkatan tingkat penhunian kamar hotel, didukung dengan harga tiket pesawat yang bergerak ke arah normal dengan batas kewajaran.

“Dibanding tahun lalu, harga tiket di awal 2019 sangat signifikan meningkat dan mempengaruhi jumlah wisatawan datang ke Kalbar. Nah, tahun ini harga tiket mulai stabil. Sehingga jumlah kunjungan akan semakin ramai dan berdampak pada kebutuhan kamar hotel atau hunian,” papar dia.

Sementara itu, Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang akan menampilkan sekitar 800 tatung dari dalam dan luar kota untuk meramaikan acara perayaan tahun 2020 ini.

Acara perayaan Imlek dan Cap Go Meh akan diselenggarakan 23 Januari sampai 9 Februari 2020 di Stadion Kridasana Singkawang. (ded)