October 20, 2020

Presiden Kirgistan Mundur Setelah Pemilihan Parlemen

Presiden Kirgistan, Sooronbay Jeenbekov. (Foto : Instagram @sooronbai_zheenbekov_official)


Bisnispost.com, Bishkek – Presiden Kirgistan hari Rabu (14/10/2020) mengatakan bahwa dia akan mundur hanya jika pemilihan parlemen baru sudah digelar dan pemilihan presiden diumumkan.

Pernyataan Sooronbay Jeenbekov, yang dikeluarkan melalui sekretaris persnya Tolganay Stamaliyeva, menyusul pertemuannya dengan Perdana Menteri Sadyr Zhaparov.

Jeenbekov menekankan bahwa menurutnya tidak tepat meninggalkan jabatannya sekarang, karena hal itu dapat memicu skenario yang tidak dapat diprediksi atas negara.

Zhaparov, mantan anggota parlemen yang dibebaskan pekan lalu dari penjara oleh para pendukungnya saat berlangsung protes terhadap hasil pemilu pada 4 Oktober yang memilih 120 anggota baru parlemen, mengatakan mereka akan menuntut pengunduran diri Jeenbekov besok, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Parlemen Kirgistan mengangkat Perdana Menteri Zhaparov pada hari Sabtu lalu (10/10/2020).

Berkumpul di Kediaman Negara Ala Archa di ibu kota Bishkek, 63 anggota parlemen saat ini dengan suara bulat menyetujui jabatan baru Zhaparov dan kabinetnya.

Protes di Kirgistan meletus di awal bulan ini, dengan warga membobol parlemen dan gedung lainnya dan bentrok dengan polisi, menuntut pemilihan parlemen baru. Otoritas pemilu kemudian membatalkan hasil pemilu 4 Oktober tersebut.

Sebelumnya, otoritas pemilu mengumumkan bahwa hanya empat dari 16 partai yang berhasil melewati ambang batas 7% untuk masuk parlemen.

Sejak Minggu, pendukung partai yang gagal mencapai ambang batas mengumumkan penolakan mereka terhadap hasil pemilu, dengan alasan proses pemilu tidak adil.

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan menyebabkan satu orang tewas dan 590 lainnya terluka. (rad)