Bisnispost.com, Pangkalpinang – PT Timah Tbk melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) pada 2019 mengucurkan Rp31 miliar, guna mewujudkan perekonomian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar mandiri selama proses penambangan hingga pascapenambangan.”Program PPM ini tidak hanya sebatas memenuhi tanggungjawab perusahaan, tetapi lebih dari itu memberdayakan ekonomi masyarakat yang mandiri,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Timah Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Selasa (7/1/2020).

Ia mengatakan dana Rp31 miliar ini merupakan CSR PT Timah Tbk bidang PPM yang memiliki delapan program unggulan yang berbasis pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, untuk mencapai kemandirian ekonomi masyarakat dari proses penambangan hingga pascatambang.

Delapan program unggulan PPM diantaranya kesehatan, pendidikan, pendapatan ril, kemandirian ekonomi, sosial budaya, kelembagaan, lingkungan dan infrastruktur dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi sesuai dengan prinsip sustainable development goals (SDGs).

“Dalam bidang kesehatan, kita mengedepankan preventif dan kuratif melalui kegiatan dokter masuk desa memberikan pelayanan dan penyuluhan bagi masyarakat untuk mengimplementasi gerakan dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Sementara itu, bidang pendidikan, PT Timah sejak 2000 telah melakukan program beasiswa pendidikan asrama di SMAN 1 Pemali Kabupaten Bangka. Saat ini sudah ada 700 peserta didik yang menerima beasiswa ini.

“Para penerima beasiswa untuk siswa tidak mampu di wilayah operasional PT Timah yang diharapkan nantinya dengan bekal pendidikan dapat meningkatkan wawasan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut dia sektor pendidikan 2019, PT Timah menggelontorkan Rp6,3 miliar, melalui beasiswa pendidikan dan vokasi diharapkan dapat membantu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan dapat meningkatkan kualiatas sumber daya manusia masyarakat di pulau timah ini.

“Melalui program beasiswa unggulan di SMAN 1 Pemali kita memutus rantai angka putus sekolah, para siswa yang mendapatkan bantuan ini siswa yang kurang mampu dan PT Timah membiayai kebutuhan sekolah hingga kelas 11 dan semester 1 saat memasuki perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan emiten berkode Tins turut mewudukan kemandirian ekonomi masyarakat, diantaranya di Desa Bukit Layang, Sungailiat yang telah membantu memetakan potensi desa memberikan bantuan alat produksi dan rumah UMKM bagi masyarakat sekitar.

“Program PPM ini berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat luas, kita mulai dari hilir misalnya apa potensi desa, lalu kita bantu apa yang menjadi kebutuhan, bantuan ini diberikan dalam bentuk alat atau barang yang berkelanjutan, sehingga ini terus menerus dan tidak sekali saja,” katanya.  (apr)