November 26, 2020

PT Waskita Beton Precast (WSBP) bagi Dividen 25 Persen dari Laba 2019

Laba bersih 2019 setelah 25 persen di bagikan kepemegang saham, sekitar 5 atau Rp 40,31 milar. (Foto : Instagram @waskitabetonprecast)


Bisnispost.com, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyetujui untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 25 persen dari laba bersih 2019 dengan total Rp201,52 miliar atau setara Rp8,22 per saham. Pada tahun 2019 WSBP berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 806,15 miliar.

RUPST yang diselenggrakan hari ini Selasa (12/5/2020) mengagendakan pengesahan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2019 serta Penetapan penggunaan laba bersih perusahaan tahun buku 2019, ungkap Siti Fathia Maisa Syafurah Sekretaris Perusahaan WSBP dalam rilisnya Selasa (12/5/2020).

Ditambahkan, laba bersih 2019 setelah 25 persen di bagikan kepemegang saham, sekitar 5 atau Rp 40,31 milar akan digunakan sebagai dana cadangan wajib sesuai Pasal 70 UUPT atau laba yang sudah ditentukan penggunaannya. ” Sisanya sebesar Rp 564,32 miliar atau 70% dari laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan” jelas Siti Fathia.

  1. Persetujuan pengukuhan peraturan Menteri BUMN.
  2. Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi per 31 Desember
    2019, sebagai berikut :

a. Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap I

Besar dana Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap I setelah dikurangi biaya
penawaran umum sebesar Rp 495,63 miliar. Dana ini diperuntukan untuk modal
kerja dengan realisasi sebesar 198,25 miliar dan investasi dengan realisasi sebesar
Rp 149,55 miliar dari rencana Rp 297,27 miliar.

b. Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap II

Besar dana Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap II setelah dikurangi biaya
penawaran umum sebesar Rp 1,49 triliun. Dana ini diperuntukan untuk modal
kerjapembayaran pinjaman dengan realisasi sebesar 500 miliar dan modal kerja &
supplier dengan realisasi sebesar Rp 880,57 miliar dari rencana Rp 992,38 miliar.

RUPST juga mengganti komisaris independen Anis Baridwan kepada Wantoro

b. Perubahan susunan pengurus perseroan setelah RUPST
Susunan Komisaris
Komisaris Utama : Fery Hendriyanto
Komisaris : Haris Gunawan
Komisaris Independen: Abdul Ghofarozzin
Komisaris Independen: Suhendro Bakri
Komisaris : Widiarto

Susunan Direksi
Direktur Utama : Jarot Subana
Direktur : A. Yulianto Tyas Nugroho
Direktur : Bima Harya Sena
Direktur : Heri Supriyadi
Direktur Independen : Agus Wantoro

Sekilas Kinerja Tahun 2019

Sepanjang tahun 2019, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil mencatatkan laba usaha Rp 7,47 triliun dan laba bersih Rp 806,1 miliar. Kemudian, nilai kontrak dikelola perusahaan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 16,37 triliun dengan nilai kontrak baru sebesar Rp 7,03 triliun.

Perolehan ini meningkat sebesar 5,51% dibandingkan nilai kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp 6,66 triliun. Perusahaan berhasil mencapai target perolehan nilai kontrak baru didukung dengan perolehan kontrak eksternal sebesar 63,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 36%. Secara nilai, peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01% atau Rp 2,43 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 4,44 triliun di tahun 2019.

Beberapa proyek eksternal yang telah diperoleh di antaranya dari Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok, Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit(RU) V Pertamina Balikpapan yang merupakan kerjasama dengan Hyundai dan Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta Garden City.

“WSBP memperluas pasar untuk mendapatkan peluang dari proyek eksternal. Hal ini didukung dengan adanya inovasi produk yang dihasilkan. Salah satunya adalah spun pile berdiamater 1,2 m dan panjang 50 m yang merupakan produk precast pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk.

Beberapa produk baru lainnya, yaitu bantalan rel kereta api, tiang listrik beton, dan sprigWP.

Perusahaan juga memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura senilai Rp 435 miliar. Saat ini perusahaan tengah menyusun MoU dengan perusahaan. (mit)