November 30, 2020

Puan Ingin Kesehatan dan Ekonomi Harus Diperkuat Secara Bersamaan

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto : Instagram @puanmaharaniri)


Bisnispost.com, Jakarta – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani memastikan tatanan normal baru atau new normal yang akan diterapkan Pemerintah harus memperkuat kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. Untuk itu, menurut Puan, new normal perlu diatur secara komprehensif di setiap sektor dan skenario, agar bisa bersamaan menjaga kesehatan rakyat sekaligus memutar kembali roda ekonomi Indonesia.

“Ini penting karena new normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (10/6/2020).

Puan menyampaikan alah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Diketahui, sudah ada laporan beberapa pedagang di pasar tradisional yang terinfeksi Covid-19. Itu menunjukkan, jika tidak ada penanganan yang tepat, maka pasar tradisional bisa menjadi sumber penularan.

Padahal, lanjut Puan, denyut nadi ekonomi daerah itu bisa terasa di pasar-pasarnya, yang juga menjadi salah satu tempat utama terjadinya interaksi sosial masyarakat sebuah daerah. “Maka itu perhatian pemerintah terhadap penetapan dan penerapan protokol new normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor ril ekonomi rakyat,” jelas legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Puan juga menenkankan agar sosialisasi protokol new normal dilakukan sejelas mungkin supaya dapat dipahami semua kalangan. Selain protokol new normal yang sangat rinci, diperlukan juga mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat.  Terlebih, Puan mencatat pada Selasa (9/6/2020) berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, ada penambahan 1.034 kasus positif Covid-19.

Karenanya, angka-angka seperti ini harus dimonitor ketat dan menjadi dasar pengambilan keputusan.  Kendati demikian, Puan mengapresiasi target awal pengujian 10.000 spesimen dari tes Covid-19 sudah tercapai dan Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan ingin menaikkan target menjadi 20.000 per hari. Hal itu, lanjut Puan, agar sejalan dengan kebijakan new normal dan bisa menggerakan ekonomi masyarakat, tanpa mengabaikan risiko kesehatan.

“Kita juga menanti terobosan instansi terkait dalam hal pelacakan penyebaran Covid-19 yang sudah didorong untuk memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi. Jadi protokol new normal yang rinci, disertai dengan pengujian spesimen tes yang terus diperbanyak, serta pelacakan penyebaran yang luas dan cepat, semuanya perlu dilaksanakan bersamaan agar kesehatan rakyat terjaga sekaligus roda ekonomi kembali berputar,” tandasnya. (dpr)