October 24, 2020

Resmi Melantai, Saham Saraswati Anugrah Makmur (SAMF) Langsung Melejit 35 Persen

Pada perdagangan perdana, saham SAMF langsung melesat 35 persen ke level Rp 162 per saham. (Foto : emitennews.com)


Businesstoday.id, Jakarta – PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham SAMF, perseroan tercatat sebagai emiten ke 20 di tahun 2020 ini.

Pencatatan ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Perseroan dalam melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sejumlah 775 juta lembar saham baru atau setara dengan 15,12 persen dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO. Saham baru tersebut ditawarkan pada harga Rp120 per saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp93 miliar.

Pada perdagangan perdana, saham SAMF langsung melesat 35 persen ke level Rp 162 per saham

Bersamaan dengan IPO ini Perseroan juga memberikan alokasi pasti (fixed allotment) sejumlah 22.639.400 saham kepada karyawan Perseroan dan Entitas Anak (Program ESA) yang bertujuan untuk memberikan insentif dan meningkatkan rasa memiliki karyawan terhadap Perseroan serta memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat dalam mendukung operasional dan ekspansi perusahaan. Saham-saham dalam Program ESA ini di lock-up selama dua tahun.

Direktur Utama Perseroan, Yahya Taufik, menyatakan rasa syukur sebesar-besarnya, bahwa terlepas dari kondisi global, regional maupun dalam negeri yang sedang dalam kondisi tidak kondusif akibat ancaman

virus Corona (Covid-19), proses bookbuilding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar, selain itu, tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO Perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha Perseroan.

Perseroan akan menggunakan sekitar 49,78% dana segar yang diperoleh untuk mendanai kebutuhan belanja modal Entitas Anak, guna meningkatkan kapasitas produksi.Belanja modal dimaksud meliputi pembelian mesin-mesin produksi, mesin penunjang termasuk instalasi dan pembangunan serta perbaikan dan atau pemeliharan fasilitas-fasilitas penunjang dari Pihak Ketiga. Sisanya sekitar 50,22 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan Entitas Anak.

Sepanjang tahun 2019 lalu, Perseroan memperkirakan mampu mencatat penjualan sebesar Rp1,28 triliun (unaudited) atau tumbuh 6,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih berada di kisaran Rp95,80 miliar (unaudited), atau tumbuh sebesar 11,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya Selain mampu mencatatkan sahamnya di Papan Utama, saham SAMF juga masuk dalam Daftar Efek Syariah yang dikeluarkan oleh OJK, selain kegiatan usahanya yang tidak melanggar ketentuan-ketentuan dalam kriteria efek Syariah, pengelolaan risiko yang kuat dari manajemen Perseroan yang tercemin dari rasio hutang yang rendah diperkirakan menjadi salah satu penyebabnya. Per 30 September 2019, rasio hutang berbunga (interest bearing debt) Perseroan hanya tercatat sebesar 0,95x. (emi)


Leave a Reply

Your email address will not be published.