November 29, 2020

Rifqinizamy Optimis Jembatan Alalak Rampung Maret 2021

Proyek Jembatan Sungai Alalak Banjarmasin. (Foto : pu.go.id)


Bisnispost.com, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayuda bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau proyek Jembatan Sungai Alalak Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (8/7/2020). Dalam peninjauan dari atas Jembatan Sungai Alalak, rombongan melihat langsung perkembangan pekerjaan pembangunan jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala ini.

Rifqi, sapaan akrabnya menyampaikan, saat melihat kemajuan pengerjaan tersebut maka ia bersama Menteri PUPR menegaskan optimistis untuk Jembatan Sungai Alalak bisa diselesaikan pada bulan Maret tahun 2021 mendatang. Pernyataan tersebut dipaparkan Rifqi dalam keterangan resminya yang disampaikan kepada Parlementaria, Kamis (9/7/2020).

Alhamdulillah, malam ini kami melakukan peninjauan dan monitoring bersama Pak Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR yang merupakan mitra kerja kami di Komisi V DPR RI. Kami memastikan, progress pekerjaan pembangunan jembatan tersebut on progress dan bisa selesai pada bulan Maret 2021,” kata Rifqi.

Rifqi menekankan, sebagai wakil rakyat dapil Kalsel di Komisi V DPR RI, ia akan betul-betul mengupayakan keberlanjutan aliran dana anggaran untuk menyelesaikan proyek Jembatan Sungai Alalak tersebut. Dimana, kata Rifqi, masih diperlukan anggaran dana kurang lebih Rp 30 miliar hingga proyek tersebut sepenuhnya rampung.

“Kami di DPR RI, tentu memiliki fungsi untuk melanjutkan anggaran yang kurang sekitar Rp 30 miliar di APBN 2021. Tujuannya, agar kebutuhan anggaran bisa selesaikan proyek kebanggaan Kalsel ini,” tandas politisi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) tersebut.

Namun, sambung Rifqi, selain target penyelesaian pekerjaan ia bersama Menteri PUPR mencapai kata sepakat bahwa dalam pengerjaan tersebut penting untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Serta, meminimalkan penggunaan sumber daya dari luar negeri.

“Hal tersebut menjadi penekanan penting. Tak hanya dalam proyek pekerjaan Jembatan Sungai Alalak di Kota Banjarmasin di Kalsel saja namun juga untuk pekerjaan proyek lainnya di seluruh Indonesia,” pungkas Rifqi. (dpr)