November 27, 2020

Rugi Eagle High Plantations (BWPT) Susut 43 Persen Jadi Rp 143 M di Kuartal I 2020

Eagle High Plantations mencatat penyusutan rugi bersih sebesar 43,56 persen. (Foto: Instagram @ehplantationsir)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan dengan ruang lingkup kegiatan utama meliputi bidang industri dan pertanian PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) pada kuartal I 2020 mencatat penyusutan rugi bersih  sebesar 43,56 persen menjadi Rp143,12 miliar dari rugi periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp254,09 miliar.

Laporan keuangan kuartal I BWPT yang disampaikan ke BEI Selasa (12/5/2020) menyebutkan,pendapatan usaha sebesar Rp738,43 miliar hingga periode 31 Maret 2020 naik 15,74 persen dari pendapatan usaha Rp637,99 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Perseroan mampu menekan Beban pokok penjualan per 31 Maret 2020 turun 5,57 persen menjadi Rp596,16 miliar dari Rp632,55 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, sehingga laba kotor diraih Rp142,27 miliar naik tajam dari laba kotor Rp5,44 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha turun menjadi Rp95,54 miliar dari Rp110,58 miliar dan laba usaha diraih Rp61,80 miliar dibandingkan rugi usaha Rp145,79 miliar tahun sebelumnya. Kenaikan beban lain-lain bersih menjadi Rp212,65 miliar dari beban lain-lain bersih Rp187,27 miliar membuat rugi sebelum pajak menjadi Rp150,85 miliar turun dari rugi sebelum pajak Rp333,07 miliar tahun sebelumnya.

Rugi komprehensif yang dapat di atribuskan kepada entitas induk terjadi penyusutan menjadi Rp152,38 miliar dari Rp251,99 miliar, yang mengakibatkan Rugi persaham dasar BWPT menyusut menjadi Rp Rp4,45 per saham dari Rp8,06 per saham.

Liabailiatas perseroan pada akhir kuartal I 2020 naik tipis jadi Rp11,28 triliun darp Rp11,18 triliun pada akhir tahun 2019 dan ekuitas justru turun menjadi Rp4,45 triliun dari Rp4,61 triliun.

Sehingga total aset perseroan mencapai Rp15,74 triliun hingga periode 31 Maret 2020 turun tipis dari total aset yang tercatat hingga periode 31 Desember 2019 yang Rp15,79 triliun.

Kas dan setara kas pada akhir periode kuartal I yang berakhir pada 31 Maret 2020 ini tergerus menjadi Rp56,17 miliar dari periode akhir tahun 2019 yang masih diangka Rp146 miliar. (ten)