November 25, 2020

Sambut New Normal, Pemerintah Optimalkan Telekomunikasi dan Pos Logistik

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ahmad M Ramli. (Foto: Instagram @kemenkominfo)


Bisnispost.com, Jakarta –  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mempersiapkan pelayanan telekomunikasi dan pos logistik yang optimal menyambut perubahan normalitas baru (New Normal) masyarakat di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di berbagai wilayah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli mengatakan, sesuai dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) setiap individu harus menjaga jarak dalam setiap kegiatan. Teknologi internet akan menjadi alternatif masyarakat untuk saling bertatap muka.

Perubahan normalitas baru yang terjadi di masyarakat akan banyak menggunakan teknologi internet dalam setiap kegiatan. Rapat yang dulu biasa dilakukan secara tatap muka langsung, kini bisa digantikan dengan menggunakan teknologi internet. Dan kegiatan perdagangan yang biasanya dilakukan secara konvesional melalui pasar dapat digantikan dengan menggunakan medium intenet.

“Layanan telekomunikasi dan pos logistik termasuk dalam pilar utama dalam perubahan New Normal,” kata Ahmad M Ramli melalui siaran Webinar: Kontribusi Pos dan Logistik dalam Mengatasi Pandemi Covid-19 (The New Normal) pada Rabu (20/5/2020).

Perubahan normalitas baru ini menuntut pelayanan telekomunikasi yang optimal dari para pemangku kepentingan yakni pemerintah dan operator. Ketergantungan pelayanan sinyal yang baik akan membuat setiap kegiatan masyarakat yang dilakukan melalui medium internat akan menjadi lebih efektif.

Fokus pemerintah sebagai penyelenggara telekomunikasi adalah menyediakan akses di berbagai tempat yang menjadi sentra kegiatan masyarakat. Karena banyak kegiatan masyarakat saat ini sudah bergeser dari wilayah perkantoran menuju ke wilayah permukiman.

“Saat ini pihak operator sudah dialihkan dari wilayah perkantoran ke wilayah permukiman. Mengingat, saat ini pekerja lebih bekerja melalui rumah masing-masing,” tuturnya.

Selanjutnya, sektor retail dari perdagangan daring di prediksi meningkat tajam pada saat pandemi Covid-19. Sehingga pengiriman pos logistik ke konsumen akan menjadi hal yang sangat penting diperhatikan pelayanannya oleh berbagai pemangku kepentingan.

Pelayanan pengiriman barang harus bertransformasi menjadi lebih baik dalam melayani permintaan masyarakat yang meningkat. “Sektor retail di prediksi akan meningkat tajam, karena transaksi perdagangan secara daring akan meningkat tajam. Terbukti selama pandemi minat masyarakat mengunjungi platform perdagangan daring seperti Tokopedia selama beberapa bulan mencapai 60 juta pengakses,” tuturnya. (inf)