October 24, 2020

Sandiaga Uno Ungkap 3 Tantangan Ekonomi yang Perlu Segera Ditangani

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @sandiuno)


Businesstoday.id, Jakartya – Tokoh pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan ada tiga tantangan yang harus segera ditangani di bidang ekonomi saat ini untuk mewujudkan harapan kesejahteran bagi masyarakat Indonesia.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis Kahmipreneur ke-2 yang bertema “Solusi Menggerakkan Sektor Rill untuk Selamatkan Ekonomi Bangsa” di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan, politik menawarkan janji dan harapan. Karena itu, tegas dia, saatnya pemerintah mewujudkan harapan tersebut.

“Yang pertama adalah menyelamatkan nasib rakyat di tengah turbulensi ekologis. Kedua, mewujudkan harapan kesejahteraan di saat ekonomi mengalami perlambatan. Ketiga, menjemput masa depan, terutama untuk generasi mendatang,” paparnya.

Mengenai tantangan yang pertama, yakni menyelamatkan nasib rakyat di tengah turbulensi ekologis wabah virus corona atau Covid-19, Sandiaga menegaskan bahwa wabah kali ini lebih menular dan berbahaya daripada flu biasa.

“WHO sudah umumkan global pandemicIt’s a humanitarian challenge. Corona virus jauh lebih besar dan berbahaya dibandingkan SARS, dan MERS COV karena kedua wabah virus ini belum dikategorikan sebagai pandemi global,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, menjadi ujian persatuan bangsa. Dalam hal ini, tegas Sandiaga, pemerintah pusat dan daerah harus kompak. “Singkirkan dulu deh elektabilitas, bangun deliverabilitas. Semua harus bersatu mengatasi ancaman wabah ini sama-sama, tak boleh ada Disharmoni. Pemerintah harus tampil transparan dan efektif,” tegasnya.

Respons penanganan yang cepat dalam menahan laju penularan menurutnya akan membangun kepercayaan publik dan pasar. Sandiaga mengimbau agar pemerintah melibatkan rakyat dalam antisipasi dan pencegahan wabah ini.

Untuk tantangan kedua berupa perlambatan ekonomi, Sandiaga mengatakan bahwa tren perlambatan ini sudah muncul jauh sebelum virus corona hadir. “Kini perlambatan di China harus kita hitung. Jalankan financial stress test untuk semua skenario,” tandasnya.

Pemerintah, kata dia, harus segera melakukan policy response atau kebijakan yang memastikan ekonomi bergerak. “Tak usah terburu buru di Omnibus Law. Antisipasi dampak Covid-19, ini lebih urgent. Perbankan melalui guidance OJK agar melakukan rescheduling pembayaran cicilan pokok dan pengurangan cicilan bunga,” tuturnya. (ekb)


Leave a Reply

Your email address will not be published.