December 5, 2020

Saratoga Investama (SRTG) Jadi Rugi Rp 6 T, Gegara Investasi Saham di Kuartal I 2020

Penghasilan deviden, bunga dan investasi harus turun 31,95 persen menjadi Rp2,84 miliar. (Foto : Instagram @sandiuno)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan milik Sandiaga Uno dengan kepemilikan 21,51 persen yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) hingga kuartal I 2020 Harus menanggung kerugian sebesar Rp6,006 triliun pada kuartal I 2020 ini, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya perseroan masih membukukan laba Rp1,127 triliun.

Laporan interim SRTG yang dipublikasi pada laman BEI selasa (12/5/2020) malam memyebutkan, bahwa kerugian bersih atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya pada kuartal I 2020 sebesar Rp5,903 triliun berbanding terbalik dari tahun sebelumnya yang membukukan keuntungan sebesar Rp1,385 triliun.

Penghasilan deviden,bunga dan investasi harus turun 31,95 persen menjadi Rp2,84 miliar dari Rp4,18 miliar,beban usaha naik 27,49 persen menjadi Rp67,68 miliar dari Rp53,09 miliar,kerugian neto selisih kurs sebesar Rp318,43 miliar padahal ditahun sbelumnya pos itu masih memberikan laba Rp32,50 milia.

Rugi sebelum pajak sebesar Rp6,016 triliun jauh jika dubandingkan dengan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,127 triliun,walaupun perseroan memiliki manfaat pajak penghasilan Rp368,42 miliar lebih baik dari beban pajak penghasilan sebelumnya yang Rp117,88 miliar.

Kuartal I 2020 ini perseroan harus membukukan kerugian per saham dasar cukup besar yaitu Rp2.217 padahal di periode awal tahun 2019 SRTG masih membukukan laba per saham dasar sebesar Rp415.

Liabilitas Saratoga Investama pada kuartal I malah naik menjadai Rp4,171 triliun dari Rp3,883 triliun pada akhir 2019, sedangkan ekuitas memang amblas ke Rp16,76 triliun dari Rp22,77 triliun.

Sehingga total aset perseroan hingga akhir periode kuartal I 2020 amblas menjadi Rp20,93 triliun dari Rp26,65 triliun pada akhir 2019.

Yang juga perlu untuk di perhatikan adalah Kas dan setara kas akhir periode SRTG yang naik menjadi Rp696,09 miliar dari Rp280,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (emi)