Pengusaha Sahabat Jusuf Kalla Bilang, Sekarang Ini Banyak Bisnis Bangkrut

by -109 views
Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi. (Foto: Instagram @franky.go)

Businesstoday.id, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kenaikan investasi hingga 8 persen di triwulan pertama 2020. Namun, dunia usaha memprediksi kondisi ini tidak akan bertahan di triwulan kedua hingga akhir tahun 2020.

Tak hanya itu, target investasi sebesar Rp 886,1 triliun juga sulit terealisasi.

Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengatakan, realisasi investasi di triwulan pertama tidak bisa menjadi cerminan kondisi investasi bakal masuk ke Indonesia tahun ini. Pasalnya, tiga bulan pertama (Januari-Maret) kondisi ekonomi Indonesia belum terpengaruh wabah virus corona.

“Triwulan pertama itu belum terpengaruh corona, karena pelambatan ekonomi baru terjadi di akhir Maret. Tapi, kalau melihat kondisi saat ini, bisa dipastikan investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) bakal anjlok drastis,” kata Sofyan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Hal tersebut, kata Sofyan, terjadi lantaran dunia usaha di tingkat global maupun dalam negeri sedang berjuang supaya bisa selamat dari hantaman wabah corona dan resesi ekonomi global saat ini. Sehingga, rencana investasi akan dikesampingkan.

“Saat ini, banyak bisnis pada bangkrut. Yang kuat pun pasti alokasikan dananya untuk persiapan dan pengamanan bisnisnya. Tidak mungkin mereka investasi dalam kondisi tidak menentu seperti saat ini. Pasti tunggu sampai corona selesai dulu,” ujar Sofyan.

Ia melanjutkan, investasi PMA menjadi sektor yang paling terdampak karena penyebaran virus corona sudah lebih dulu terjadi di luar negeri seperti Asia, Eropa dan Amerika. (rmc) #mediamelawancopid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published.