November 30, 2020

Siap Debat, Rizal Ramli Tolak Undangan Diskusi Luhut Panjaitan di Kantor Kemenko Marves

Ekonom Senior, Rizal Ramli. (Foto : Instagram @rizalramli.official)


Bisnispost.com, Jakarta – Rupanya Menko Luhut Panjaitan mengundang ekonom Rizal Ramli untuk berdiskusi terkait permasalahan perekomian dan utang luar negeri di Kantor Menko Minves, hari Kamis ini.

Namun RR sudah memutuskan tidak menghadiri undangan tersebut. Alasanya sekarang bukan lagi saatnya untuk berdiskusi, mengingat sudah banyak menyampaikan saran dan solusi ekonomi untuk pemerintah.

Hal itu terungkap dari surat Perwakilan Pihak DR Rizal Ramli, Adhie M Massardi kepada Promotor Debat (DR Rizal Ramli Menjawab Tantangan) Adamsyah Wahab dan Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule.

“DR Rizal Ramli bersedia hadir dalam debat (Menjawab Tantangan) mengenai “utang negara” sebagaimana tantangan yang disampaikan Menko Marves Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan di media massa diperluas menjadi debat mengenai kebijakan Tim Ekonomi pemerintahan Joko Widodo,” ujar Adhie M Massardi.

Di bawah ini adalah kutipan lengkap surat komitmen dari perwakilan Pihak DR Rizal Ramli, Adhie M Massardi kepada Promotor Debat (DR Rizal Ramli Menjawab Tantangan) Adamsyah Wahab dan Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule, pada Kamis (11/6/2020), sebagai berikut :

Pada Rabu petang (10/6) sekretaris Bang Rizal Ramli mengatakan kepada saya bahwa Bang RR mendapat undangan dari Menko Marves Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan untuk hadir ke kantor Menko Marves pada Kamis (11/6) pukul 09.30.

Bang RR sudah memutuskan tidak menghadiri undangan tersebut di atas karena a). sekarang bukan lagi saatnya untuk berdiskusi, mengingat sudah banyak menyampaikan saran dan solusi ekonomi untuk pemerintah, b). jika untuk berdebat harus terbuka untuk publik dan harus dengan Tim Ekonomi agar semua persoalan tidak dijawab “nanti saya tanyakan kepada yang mengambil keputusan”, c). ada mekanisme penentuan “Kalah dan Menang” sebagai pendidikan kematangan dalam berdemokrasi, baik bagi (masyarakat) pengeritik maupun pembuat kebijakan untuk memahami konsekuensinya.

Tapi saya menduga pertemuan tersebut di atas bagian dari keinginan untuk memperoleh “kisi-kisi” debat yang akan Saudara dan ProDEM gelar. Untuk hal ini (memberikan “kisi-kisi”)bukan kewenangan pihak Bang RR.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami ingin mengingatkan komitmen yang sudah kita sepakati dalam beberapa kali pertemuan, bahwa:

  1. DR Rizal Ramli bersedia hadir dalam debat (Menjawab Tantangan) mengenai “utang negara” sebagaimana tantangan yang disampaikan Menko Marves Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan di media massa diperluas menjadi debat mengenai kebijakan Tim Ekonomi pemerintahan Joko Widodo.
  2. Promotor (Don Adam) bersedia (akan berusaha) untuk menghadirkan Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan dan Tim Ekonomi pemerintahan Joko Widodo, sekurang-kurangnya Menteri Keuangan dan Menko Ekonomi.
  3. Kehadiran Tim Ekonomi mendampingi Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan penting karena “utang negara” bukan domain kebijakan di bawah Menko Maves, melainkan Menteri Keuangan, dan mustahil Jenderal Luhut Panjaitan untuk mempertanggungjawabkan kebijakan “utang negara”, termasuk, misalnya, kenapa bunga pinjaman untuk Indonesia bunganya (yield) lebih tinggi dibandingkan beberapa negara yang secara ekonomi kemampuannya berada di bawah Indonesia, dan kebijakan ekonomi lainnya yang kami anggap kurang tepat.
  4. Poin no 3 juga penting karena sebagaimana Saudara Promotor sampaikan, bahwa menjelang debat para peserta akan menandatangani semacam “Surat Pernyataan” yang apabila kalah dalam perdebatan, a) DR Rizal Ramli akan berhenti mengeritik kebijakan ekonomi pemerintahan Joko Widodo (meskipun selama ini yang disampaikan Bang RR sebenarnya bukan kritik tapi tawaran solusi), dan b) Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan dan Tim Ekonomi pemerintahan Joko Widodo mengundurkan diri dari dari jabatannya.

Demikian surat ini disampaikan, dengan harapan Saudara Promotor lekas menjelaskan hal-hal tersebut (aturan permainan dalam debat) kepada pihak-pihak terkait (DR Rizal Ramli Menjawab Tantangan).

Hormat kami: Adhie M Massardi, Perwakilan Pihak DR Rizal Ramli. (*/bud)