Stabilitas Ekonomi Makro Jateng dan DIY Terjaga Dengan Baik

- Pewarta

Kamis, 13 Februari 2020 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa.

Businesstoday.id, Semarang – Ditengah dinamika perekonomian yang tidak kondusif di tahun 2019, patut di syukuri bahwa kinerja ekonomi di Jawa Tengah dan DIY masih terjaga dengan baik. Hal ini terbukti tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Jateng dan DIY tercatat maxing masing sebesar 5,41persen dan 6,60 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebesar 5,02 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa mengatakan, hingga kini kredit di Jawa Tengah dan DIY mengalami pertumbuhan sebesar 7,05 persen dan 6,65 persen. Sedangkan DPK tumbuh masing-masing sebesar 6,99 persen dan 6,53 persen.

“Pertumbuhan kredit dan DPK di Jawa Tengah berada di atas pertumbuhan perbankan nasional yang tumbuh masing masing sebesar 6,08 persen dan 6,54 persen,”katanya dalam pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Semarang, Selasa (12/1/2020).

Menurutnya, intermediasi perbankan di Jawa Tengah juga optimal, sebagaimana rasio LDR yang mencapai 97,47 persen. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kondisi likuiditas di Jawa Tengah terjaga dengan baik.

“Jadi pangsa pembiayaan perbankan Syariah terhadap total kredit perbankan di Jawa Tengah dan DIY mencapai 6,83 persen dan 10,43 persen, sehingga lebih tinggi dibandingkan pangsa perbankan Syariah nasional yaitu 6,32 persen,” papar Aman.

Meski demikian, lanjut Aman, fungsi intermediasi perbankan Syariah Jawa Tengah juga telah optimal, yang tercermin dari rasio financing to deposit ratio (FDR) sebesar 97,22 persen.

“Penyaluran KUR di Jawa Tengah masih terbesar se-Indonesia, yaitu mencapai Rp 82,9 Triliun atau 17,53 persen dari KUR Nasional sebesar Rp 73,2 Triliun. Selain itu, pertumbuhan sangat menggembirakan yaitu mencapai 42,35 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan KUR nasional sebesar 41,97 persen, “tandasnya.

Mengenai upaya penguatan permasalahan BPR di Jawa Tengah dan DIY, menurutnya, masih menunjukkan hasil yang menggembirakan. Meski jumlah BPR yang modal intinya di bawah Rp 3 miliar menurun dari 60 BPR tahun 2018 menjadi 10 BPR akhir tahun 2019. Sedangkan jumlah BPR dengan modal inti di atas Rp 6 miliar meningkat sebanyak 30 BPR, yaitu dari 218 BPR tahun 2018 berubah menjadi 248 BPR tahun 2019.

“Di samping melalui Penambahan modal upaya penguatan industri BPR juga dilakukan melalui merger dan konsolidasi. Namun sejak 2015 hingga 2019 terdapat tujuh BPR yang melakukan merger menjadi tiga BPR, sedangkan dua BPR madih dalam proses,” tuturnya.

Dia menambahkan, OJK mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerah telah sepakat melakukan merger 27 Badan Kredit Kecamatan (BKK) yang tersebut di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah menjadi satu BPR.

“BPR hasil merger ini akan memiliki total aset sekitar Rp 2,36 Triliun dan menjadi salah satu BPR terbesar se-Jawa Tengah (ke-2) atau salah satu BPR terbesar milik Pemda se-Indonesia (ke-2) dan salah satu a BPR terbesar se-Indonesia (ke-7). Oleh karena itu, OJK secara aktif memberikan dukungan dan pendampingan dalam proses merger ini, “pungkasnya.  (ini) 

Berita Terkait

DjuraganSosmed: Solusi Pemasaran Melalui Media Sosial yang Terjangkau dan Efektif
DjuraganSosmed Menawarkan Solusi Optimalisasi Pemasaran di Media Sosial
Keindahan dan Fungsionalitas Kanopi Transparan
Indonesia Dikuasai Oligarki Politik dan Oligarki Ekonomi, Sudah Saatnya Rakyat Mengambil Sikap
Densus 88 Antiteror: Dulu Narapidana Narkoba, Sekarang Tersangka Tindak Pidana Terorisme
Tahun Baru Imlek 2023, Mal Kelapa Gading Suguhkan Dekorasi Khas Imlek dan Atraksi Barongsai
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Tolak Sistem Proporsional Tertutup dalam Pemilu 2024
Netty Aher Soal Perppu Tentang Cipta Kerja, Akal-akalan Pemerintah untuk Telikung Putusan MK
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 27 November 2023 - 14:13 WIB

Upaya Menciptakan Kesejahteraan Bukanlah Hal Muudah yang Bisa Dilakukan oleh Segelintir Pihak

Kamis, 9 November 2023 - 13:12 WIB

Program Hilirisasi Mutlak Dilakukan, Prabowo Subianto: Perlu Investasi Pendidikan yang Besar

Rabu, 8 November 2023 - 17:01 WIB

Hasil Survei Lanskap Head to Head Ungkap Prabowo – Gibran Berhasil Menang 52,5 Peren vs Ganjar – Mahfud

Minggu, 5 November 2023 - 17:34 WIB

Jaringan Induk KUD Ungkap Alasan Dukung Prabowo, Salah Satunya karena Berpihak ke Ekonomi Pancasila

Selasa, 31 Oktober 2023 - 14:41 WIB

Prabowo Terima Tumpeng Syukuran Posko Relawan Prabowo – Gibran dari Agus Gumiwang dan Hasan Nasbi

Rabu, 25 Oktober 2023 - 10:11 WIB

Berubah Lebih Santai dan Lebih Senang Guyon, Prabowo Subianto: Kekalahan Adalah Pelajaran yang Bagus

Selasa, 24 Oktober 2023 - 15:56 WIB

Airlangga Hartarto Tanggapi Partai Demokrat yang akan Dapat Posisi Menteri di Kabinet Indonesia Maju

Senin, 23 Oktober 2023 - 08:35 WIB

Koalisi Indonesia Maju Resmi Usung Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres 2024 untuk Prabowo Subianto

Berita Terbaru