Tahun 2019, Laba Indo Acidatama Naik 10,56 Persen Jadi Rp 42,83 Miliar

by -143 views
Laba bersih Indo Acidatama untuk tahun 2019 sebesar Rp 42,83 milyar. (Foto: Instagram @stanleysan33)

Bisnispost.com, Jakarta – Naiknya nilai penjualan karena adanya kenaikan harga dan quantity  membuat PT Indo Acidatama Tbk(SRSN) berhasil mencatatkan Laba bersih untuk tahun 2019 sebesar Rp 42,83 milyar naik sebesar 10,56 persen dari laba bersih di tahun 2018 sebesar Rp 38,74 milyar.

Data laporan keungan tahunan SRSN yang di sampaikan ke BEI Jumat(8/5), menunjukan Penjualan Perseroan pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 684,46 milyar naik sebesar  13,89 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 600,99 milyar.Kenaikan penjualan karena Perseroan mampu mencapai melebihi target penjualan sebesar 111,38 persen dari proyeksi penjualan tahun 2019 sebesar Rp 614,52 milyar.

Beban Usaha Perseroan sebesar Rp 102,04 milyar mengalami kenaikan sebesar 22,78 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 83,11 milyar. Kenaikan ini disebabkan adanya kenaikan biaya ekspor dan pengangkutan

Sehingga SRSN mampu mebukukan Laba kotor Perseroan untuk tahun 2019 adalah sebesar Rp 172,94 milyar atau naik 21,02 persen dari Laba kotor tahun 2018 sebesar Rp 142,90 milyar.

Total penghasilan komprehensif tahun berjalan Perseroan untuk tahun 2019 adalah sebesar Rp 42,83 milyar turun sebesar 31,22 persen dari laba komprehensif tahun berjalan di tahun 2018 sebesar Rp62,28 milyar.

Laba per saham dasar SRSN pada tahun 2019 naik menjadi Rp7,11 dari Rp6,43 per saham pada tahun 2018.

Total Liabilitas Perseroan untuk tahun 2019 adalah sebesar Rp 264,65 milyar, naik sebesar 26,63 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 208,99 milyar.Ekuitas sebesar Rp 514,60 milyar, naik sebesar
7,70 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 477,79 milyar.

Sehingga total aset Perseroan untuk tahun 2019 adalah sebesar Rp 779,25 milyar, naik sebesar 13,46 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 686,78 milyar.

Saldo kas dan bank Perseroan pada akhir tahun 2019 sebesar Rp 27,39 milyar naik sebesar 200,99 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 9,10 milyar. (mit)

No More Posts Available.

No more pages to load.