December 5, 2020

Tanpa Aramco, Pembangunan Kilang Cilacap Tetap Jalan

Pertamina tetap fokus untuk menuntaskan proyek strategis nasional yang merupakan amanah dari Pemerintah. (Foto : Instagram @mypertamina)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memastikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap tetap berjalan. Meskipun kerjasama pembangunan proyek pengembangan kilang dengan Saudi Aramco batal.

“Pertamina tetap akan melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, sambil secara paralel akan dilakukan pencarian strategic partner yang lain,” kata Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Meskipun dunia masih dilanda pandemi Covid-19, penurunan demand BBM dan tekanan terhadap nilai kurs rupiah, lanjut Fajriyah, Pertamina tetap fokus untuk menuntaskan proyek strategis nasional yang merupakan amanah dari Pemerintah, termasuk pembangunan kilang Cilacap sebagai bagian dari proyek RDMP/GRR Pertamina.

“Pertamina tetap menjalankan rencana investasi yang telah tertuang dalam RKAP. Sekaligus memastikan amanah Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan kilang.”tambahnya.

Menurut dia, perusahaan akan memaksimalkan dan mengoptimalkan penyelesaian proyek pengembangan kilang dan pembangunan kilang baru agar dapat selesai sesuai target waktu yang ditetapkan. Jika proyek ini rampung, nantinya kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta barel perhari sehingga kebutuhan BBM dapat terpenuhi tanpa perlu import.

Dengan penuntasan RDMP/GRR, Pertamina berharap dapat memenuhi target pemerintah untuk menyetop import BBM pada tahun 2026. Melalui proyek pengembangan kilang Cilacap kapasitas kilang yang semula sebesar 348 ribu barel akan meningkat menjadi 370 ribu barel per hari.

Selain itu juga akan terjadi juga peningkatan produksi bensin (gasoline) dari 59 ribu bph menjadi 138 ribu bph. Dan produksi diesel dari 82ribu bph menjadi 137 ribu bph. (ind)