October 22, 2020

Terimbas Covid-19, Pemerintah Gandeng Marketplace Gairahkan Industri Kopi

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : Instagram @agusgumiwangk)


Businesstoday.id, Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan kopi merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis bersama guna membangkitkan gairah usaha mereka.

“Di situasi seperti ini, penting sekali agar seluruh pihak bersinergi, mulai dari pemerintah, pelaku industri, perusahaan tekonologi Indonesia hingga masyarakat. Sehingga kegiatan ekonomi tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Menperin menyebutkan, saat ini terdapat 1.204 pelaku IKM yang mengolah biji kopi lokal dari para petani di berbagai daerah di Indonesia. “Dengan didukung ketersediaan bahan baku dan potensi pasar yang besar, selama ini industri pengolahan kopi mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional,” ungkapnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, sumbangsih itu misalnya tercatat pada capaian ekspor produk kopi olahan yang mencapai USD579,98 juta sepanjang 2018, meningkat 19,1% dibandingperolehandi tahun 2017. Ekspor produk kopi olahan dari Indonesia yang didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi, telah menembus ke sejumlah pasar mancanegara di ASEAN, China, dan Uni Emirat Arab.

Namun demikian, pandemi Covid-19 membawa berbagai tantangan bagi setiap lapisan masyarakat, tidak terkecuali para pelaku usaha kopi. Contohnya, warung kopi dan kafe yang terimbas sepinya pengunjung, bahkan sampai ada yang tutup karena merosotnya penjualan. Selain itu, sejumlah petani kopi di Aceh bahkan mengeluhkan penurunan harga jual hingga 50%, yang sebelumnya dibanderol Rp10.000 per bambu (harga jual basah) menjadi hanya Rp5.800.

Guna membangkitkan geliat pelaku usaha kopi di dalam negeri, Kemenperin bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Tokopedia, serta para pelaku industri kopi lokal, menginisiasi kampanye #SatuDalamKopi. Langkah kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan kopi nusantara sekaligus membuat roda perekonomian tetap bergerak di tengah pandemi Covid-19.

“Kampanye #SatuDalamKopi merupakan contoh nyata bagaimana kita bersama ambil bagian untuk mendorong pemasaran produk kopi lokal melalui kafe, warung kopi dan masyarakat luas yang pada gilirannya akan berdampak pada geliat industri kopi di daerah dan seluruh rantai pasoknya,” papar Menperin.

Kampanye nasional #SatuDalamKopi yang diadakan pada 20-26 April 2020 di Tokopedia akan melibatkan hampir 1.200 pelaku industri kopi dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Tak hanya pelaku industri kopi, para pecinta kopi pun bisa turut berpartisipasi dalam menyemarakkan kampanye #SatuDalamKopi yang diselenggarakan selama tujuh hari tersebut.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengemukakan, IKM kopi olahan tersebar di berbagai sentra produksi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Selanjutnya, Gati menilai, beberapa tahun terakhir permintaan kopi di Indonesia mulai meningkat karena kegiatan minum kopi di tengah masyarakat sudah menjadi bagian dari lifestyle (gaya hidup). Bahkan, kebiasaan figur publik pun turut memengaruhi perilaku masyarakat yang dewasa ini semakin gandrung pada kopi.

“Untuk meningkatkan daya saing IKM kopi olahan, kami telah memiliki berbagai fasilitas, termasuk untuk mendorong penggunaan teknologi terkini agar lebih produktif, inovatif, dan kompetitif,” tandasnya. Hal ini sejalan dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Jaga pertumbuhan ekonomi

Menparekraf, Wishnutama Kusubandio mengakui, kinerja industri kopi lokal dalam beberapa tahun ini mengalami kenaikan yang signifikan dan turut meningkatkan ekonomi Indonesia. “Di tengah pandemi saat ini, kami mengajak berbagai pihak untuk bersatu dalam upaya membantu para pemilik usaha dan petani kopi lokal dapat bertahan dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya mengungkapkan, inisiatif bersama dengan pemerintah dan pelaku industri kopi lokal ini sejalan dengan salah satu prioritas utama Tokopedia pada kampanye #JagaEkonomiIndonesia untuk menjaga perputaran roda ekonomi Indonesia dengan memastikan para pebisnis lokal dapat terus berbisnis lewat Tokopedia. “Selain itu, kami juga berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah,” ujarnya.

Melalui #SatuDalamKopi, Tokopedia memfasilitasi para pelaku industri kopi lokal demi menjaga kelangsungan usaha dengan mulai berjualan secara online. Melalui kerja sama dengan Kemenperin dan Kemenparekraf, para penggiat kopi dari pengolah biji kopi hingga kreator minuman kopi, berkolaborasi dalam kegiatan ini.

Mengandalkan penjualan secara online dengan memanfaatkan platform seperti Tokopedia, menjadi strategi andalan para petani dan pengusaha kopi untuk menjaga stabilitas penjualan maupun harga. Berbagai inovasi produk dan pendekatan baru pun ditelurkan agar para petani dan pengusaha kopi ini dapat memaksimalkan potensi online.

Salah satu contoh pengusaha kopi yang telah memaksimalkan bisnis daringnya lewat Tokopedia adalah Kopi Tuku. Kopi Tuku bahkan mengeluarkan berbagai produk baru yang lebih cocok dijajaki di platform online, misalnya kopi giling instan sampai kopi siap saji ukuran satu liter.

Pemanfaatan platform online yang tepat guna mencatatkan hasil yang mencengangkan bagi Kopi Tuku. Mulai dari penjualan yang laris manis hingga perluasan jangkauan pelanggan yang kini dapat mencakup seluruh Indonesia. Produknya bahkan konsisten habis dalam hitungan menit. Puluhan ribu botol kopi literan terjual per minggunya.

Dua Coffee adalah contoh lain dari ratusan bisnis kopi lokal yang memilih memaksimalkan bisnisnya secara online lewat Tokopedia sejak pandemi COVID-19. Menurut Omar Karim Prawiranegara, co-founder Dua Coffee, beralih fokus untuk berjualan online di masa ini adalah sebuah keniscayaan.

Omar mengatakan bahwa penjualan lewat online kini menjadi tulang punggung bisnisnya. Menurutnya, sekitar 80 persen penjualan di kedainya datang dari pemesanan online di Tokopedia. Lewat Tokopedia, Dua Coffee menjual beragam produk seperti biji kopi, kopi bubuk hingga kopi botol ukuran satu liter. Selain itu, Dua Coffee juga berinovasi dengan menghadirkan produk makanan, seperti makanan beku, makanan siap saji dan camilan. (ind) #mediamelawancovid19


Leave a Reply

Your email address will not be published.