October 20, 2020

Tidak Bisa Mengelak, Hanson Internasional Jadi Tersangka Investasi Bodong

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes, Asep Adisaputra. (Foto : Instagram @divisihumaspolri)


Bisnispost.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan PT Hanson International, Tbk dan Koperasi Hanson Mitra Mandiri, serta 12 orang menjadi tersangka kasus dugaan investasi bodong. Penetapan tersangka dilakukan setelah memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti.

“Sampai dengan hari ini telah ditetapkan dua badan hukum sebagai tersangka dan 12 tersangka perorangan, yaitu DC, RA, RD, HT, RS, RI, JI, JM, JE, AD, MA, dan SU,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adisaputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2020).

Asep mengatakan penyidik telah menyita barang bukti tambahan dari kasus ini. Yakni berupa satu hotel di Yogyakarta.

“Kemudian beberapa dokumen tanah seluas 500 hektare yang berada di lokasi Tangerang, Lebak, Bogor, dan Purwakarta,” ujar Asep.

Para tersangka dikenakan Pasal 46 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus investasi bodong ini bermula dari laporan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terhadap PT Hanson Internasional Tbk ke Bareskrim Polri. PT Hanson diduga menghimpun dana masyarakat tanpa izin pemerintah sejak 2016.

Boyamin menyebut perusahaan itu telah mengumpulkan Rp2,4 triliun hingga pertengahan 2019. Uang diduga untuk membeli lahan di daerah Maja, Parung, dan Lebak. (com)