December 3, 2020

Tidak Membatasi Kerumunan Massa, Puluhan Restoran Bogor Disegel

Penyegelan restoran di Jalur Puncak Bogor karena tidak mematuhi protocol kesehatan dan PSBB. (Foto : Instagram @kabupaten.bogor)


Bisnispost.com, Bogor – Puluhan rumah makan atau restoran di jalur puncak Bogor ditertibkan dengan pemberian sanksi segel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena kedapatan melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni tidak mencegah kerumunan massa dalam ruangan.

“Rumah makan masuk dalam 8 kategori usaha yang masih diperbolehkan untuk beroperasi akan tetapi diberi batasan hanya melayani pembeli yang membawa pulang makanan yang dibelinya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor M Ruslan dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Ruslan menjelaskan, berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 32 tahun 2020 terkait PSBB di kabupaten Bogor ada sanksi pidana dan sosial bagi pelanggarnya.

“Upaya sosialisasi sudah dan sudah kita dapatkan mana saja restoran yang harus ditindak karena tetap melayani pembeli makan di tempat, dan nanti kita akan berikan sanksi tergantung hasil evaluasi apakah administratif atau tipiring dengan penutupan usaha sementara,” kata Ruslan.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana menambahkan, sebelumnya telah melakukan monitoring dan evaluasi.

Hasilnya, lanjut Imam, banyak restoran khususnya di jalur Puncak Bogor tidak mengindahkan protocol kesehatan dan PSBB di tengah pandemic Covid 19 ini. Termasuk masyarakat yang tetap berwisata usai hari daya Idul Fitri 1441 Hijriah pada Minggu (24/5/2020).

“kita sudah jelaskan semuanya kepada seluruh pengusaha hotel, restoran, dan tempat wisata jika selama pandemi dan PSBB ini ada yang harus di tutup dan ada yang di batasi, seperti hotel hanya 50 persen, dan makan pagi pun tidak ada hanya bell boy saja yang melayani tamu untuk makan dan pesan apapun tidak ada kerumunan dan mengurangi kontak fisik , ini selama 2 hari ke belakang mereka tidak mengindahkan aturan,” ujar Imam.

Dikatakan, tidak hanya diberikan peringatan saja, sebagian dari para pemilik restoran di kawasan puncak juga dikenai sanksi segel yakni penutupan usaha sementara. Sementara itu, beberapa restoran, lanjut Imam, yang terkenal seperti Cimory dan MM Juice juga menjadi target dalam sidak dan penertiban restoran di Cisarua Puncak Bogor.

“Mereka yang telah mendapatkan surat peringatan dan penyegelan akan dievaluasi dan dikenakan sanksi administrasi,” pungkas Imam. (dio) #mediamelawancovid19