November 1, 2020

Tidak Perlu Utang, Ada Rp 400 T di Laci Kementerian dan Lembaga Pusat-Daerah

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini. (Foto : Instagram @didikrachbini)


Businesstoday.id, Jakarta – Pada periode Januari 2020, utang luar negeri Indonesia sudah mencapai 410,8 miliar dolar AS atau setara Rp. 6 ribu triliun.

Adapun rinciannya utang luar negeri dalam sektor publik sebesar 207,8 miliar dolar AS, dan utang luar negeri sektor swasta termasuk BUMN sebesar 203,0 miliar dolar AS.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini, mengatakan, utang pada pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak bisa dihambat. Apalagi dalam keadaan kritis seperti saat ini, pendemik virus corona baru (Covid-19).

“Apalagi jiga tidak ada orang bicara, bisa jadi kesempatan,” ucap Didik saat ditanya Kantor Berita Politik RMOL lewat video conference mengenai pelebaran defisit 5,07 persen, Rabu (1/4/2020).

Masa-masa seperti itu, pemerintah juga harus bisa mengefisiensi anggaran. Tidak menambah untung sebanyak-banyaknya, dan menggunakan anggaran untuk penanggulangan Covid-19 dengan tepat sasaran.

Presiden Joko Widodo menggelontorkan anggaran untuk mengatasi Covid-19 melalui APBN 2020 sebesar Rp. 405,1 triliun.

Didik menambahkan, pemerintah bisa saja tidak utang, terdapat dana ratusan triliun di laci-laci kementerian dan lembaga yang tidak terpakai. Dana itu bisa dioptimalkan pemerintah guna memberikan stimulus ekonomi.

“Saya mengatakan ada dana tak terpakai sebesar Rp. 400 triliun di setiap departemen dan lembaga baik di pusat maupun daerah yang tak perlu. Jadi tidak perlu lagi menganggarkan Rp. 400 triliun itu diambil taruh dan masukkan. Gerakkan lagi untuk efisiensi,” tandasnya. (rmol) #mediamelawancovid19


Leave a Reply

Your email address will not be published.