October 26, 2020

Trade Finance dan Funding Retail Jadi Andalan Bank Bukopin

Sepanjang 2019 Bank Bukopin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp217 miliar. (Foto : Instagram @bukopinsiaga)


Businesstoday.id, Jakarta – Bank Bukopin berhasil menutup tahun 2019 dengan membukukan pertumbuhan kinerja secara signifikan. Selama periode tersebut, sektor trade finance menjadi salah satu andalan Perseroan untuk memacu pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2019 yang dipublikasikan pada 4 April 2020, beberapa produk trade finance menjadi andalan Perseroan sepanjang 2019, diantaranya adalah Bank Garansi, Flexy Bill, Flexy Health, Flexy Gas, dan Flexy Pay.

Selama periode tersebut, produk Bank Garansi Bank Bukopin tumbuh 49% menjadi Rp112,68 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp75,48 miliar. Pada periode yang sama Flexy Bill juga tercatat tumbuh signifikan sebesar 212% menjadi Rp66,74 miliar dibandingkan periode sebelumnya secara year-on-year sebesar Rp21,35 miliar.

Sedangkan pencapaian kinerja 2 produk terbaru dari rangkaian produk Flexy, yaitu Flexy Health mencatat pendapatan Rp1,62 miliar sepanjang Maret hingga Desember 2019, dan Flexy Gas mencatat pendapatan Rp6,06 miliar di Desember 2019.

Secara keseluruhan, sepanjang 2019 Bank Bukopin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp217 miliar, tumbuh 14% dibandingkan dengan pencapaian laba pada tahun 2018. Sebelumnya, pada tahun 2018, Bank Bukopin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp Rp190 miliar.

Pencapaian tersebut juga meningkat jika dibandingkan dengan realisasi kinerja pada kuartal III/2019, dimana Bank Bukopin berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp151 miliar.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo mengatakan pencapaian pertumbuhan laba Perseroan pada tahun 2019 sesuai dengan rencana dan strategi yang telah ditetapkan Bank Bukopin untuk tumbuh berkelanjutan.

“Di tengah situasi ekonomi yang cukup menantang, kami bersyukur Bank Bukopin dapat menjaga konsistensi untuk terus tumbuh,” ujarnya hari ini.

Realisasi pencapaian laba bersih Perseroan pada tahun 2019 dikontribusikan oleh pendapatan bunga dan syariah sebesar Rp2 triliun serta dari pendapatan operasional lainnya (fee based income) sebesar Rp784 miliar.

Pada pos fee based income, produk trade finance Perseroan tercatat tumbuh signifikan 96% menjadi Rp235,90 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp120,22 miliar. (sin)


Leave a Reply

Your email address will not be published.