Zettabyte Luncurkan Model-as-a-Service di zCLOUD

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

zCLOUD menghadirkan Model-as-a-Service (MaaS), dengan meng-hosting model open-weight dan open-source seperti Kimi, GLM, Llama, GPT-OSS, Gemma, dan Qwen pada GPU Zettabyte serta menyediakannya melalui satu API.

  • Menawarkan model open-weight dan open-source melalui API yang dijalankan pada GPU Zettabyte;
  • Menyediakan akses ke GPU NVIDIA H100, H200, B200, dan B300;
  • Menawarkan tiga opsi untuk mengakses kapasitas yang dikelola sepenuhnya, dengan target SLA ketersediaan 99,5%;

TAIPEI CITY, Taiwan, 13 Agustus 2026 /PRNewswire/ — Zettabyte, perusahaan komputasi AI global, hari ini mengumumkan bahwa Model-as-a-Service di zCLOUD, layanan cloud GPU miliknya, kini tersedia secara umum. Tim dapat mengakses model open-source secara efisien melalui API yang berjalan pada GPU NVIDIA H100, H200, B200, dan B300 milik Zettabyte.

Model-as-a-Service
Dengan Model-as-a-Service, zCLOUD meng-hosting berbagai model open-weight dan open-source yang populer, yang siap diakses melalui API dan dijalankan pada GPU Zettabyte. Tim dapat langsung membangun solusi di atas model-model tersebut, tanpa harus mencari, menginstal, dan melakukan penyetelan model sendiri. Tim yang menginginkan akses langsung ke kapasitas komputasi tetap dapat menyewa GPU di zCLOUD dan menjalankan model mereka sendiri.

Ketersediaan GPU
NVIDIA H100 kini tersedia dengan harga mulai dari US$1,99 per jam GPU, tergantung kebutuhan dan skala penggunaan. zCLOUD didukung oleh target SLA ketersediaan sebesar 99,5%, sementara klaster yang dipesan dapat diterapkan dalam waktu kurang dari enam jam setelah kebutuhan dikonfirmasi.

Cara Mengakses Kapasitas GPU
Zettabyte menyediakan tiga opsi untuk mengakses kapasitas:

  • Kapasitas Jangka Pendek – Instans GPU dengan kapasitas yang dapat ditingkatkan hingga ratusan GPU, tanpa komitmen jangka panjang.
  • Klaster yang Dipesan – Kapasitas yang stabil dan dikelola sepenuhnya untuk pelatihan dan inferensi berkelanjutan dengan komitmen jangka waktu tertentu.
  • Cloud Privat – Deployment yang disesuaikan untuk tim dengan kebutuhan pengadaan, keamanan, atau wilayah tertentu.

"Komputasi AI akan tersedia di mana-mana, dari pusat data hyperscale hingga komputasi edge. Infrastruktur dan perangkat lunak pendukung AI harus kompatibel, tangguh, dan fleksibel. zCLOUD dirancang untuk menghadirkan Model-as-a-Service dengan menyatukan lebih dari 40 penyedia perangkat keras serta mengelola infrastruktur AI yang mendasarinya melalui zSUITE full stack kami," ujar Dr. David Ku, Technology Leader di Zettabyte, yang sebelumnya menjabat sebagai Corporate Vice President dan CTO of AI di Microsoft.

Model-as-a-Service di zCLOUD kini tersedia secara umum di www.zettabytecloud.com.

Tentang Zettabyte
Zettabyte adalah perusahaan komputasi AI global yang berfokus pada penyediaan dan pengukuran komputasi berkualitas tinggi. Melalui platform zSUITE, perusahaan membantu organisasi meningkatkan keandalan, kesiapan, observabilitas, transparansi biaya, dan efisiensi energi di seluruh lingkungan infrastruktur AI. Pelajari lebih lanjut di www.zettabyte.space.

Berita Terkait

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India
Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026
Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?
EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026
Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Berita Terbaru